Gunung Gede – Lewat Salabintana

Gunung Gede – Lewat Salabintana

Berdasarkan pendakian oktober 2004. Untuk menuju salabintana, bisa mencarter angkot dari sukabumi (1 angkot =25-30 ribu) yg akan membawa kita melewati kota sukabumi kemudian belok kiri menuju perkebunan teh Goalpara dan akhirnya sampai di perkemahan cipelang salabintana. Tiket masuk campingground 3.000/orangSebaiknya mendaki lewat salabintana dengan orang yang telah berpengalaman. Soalnya jalur masuk pendakian agak kurang jelas. Patokannya adalah: setelah melewati kantor pendaftaran dan aula bertingkat, kita akan ketemu jembatan. Sekitar 2 meter melewati jembatan, lihat ke sebelah kiri, akan ada jalan kecil berbatu yang menanjak. Inilah jalur pendakian Salabintana.

Dari sini, jalur akan terus menanjak menyusuri punggungan bukit. Di sebelah bawah kanan kita adalah kawasan air terjun, sedang di bawah kiri adalah jurang. Sebaiknya jangan mendaki malam hari karena risiko terperosok ke jurang.

Sekitar 1 jam mendaki, kita akan ketemu pos I di sebelah kanan jalur, berdekatan dengan menara pengamatan. Dari sini masih perlu beberapa jam sebelum mencapai pos II. Jalur kemudian bercabang, pilih yang ke bawah. Jalur akan berputar menanjak menyusuri beberapa punggungan sebelum akhirnya mencapai pos III yang lokasinya terbuka. Di dekatnya terdapat sungai kecil yang biasanya kering.

Lintasi sungai ini kemudian jalur akan kembali mendaki sekitar 2 jam sebelum akhirnya mencapai pos IV yaitu shelter dengan atap seng yang sudah rusak.

Dari sini ada 2 jalur, ke kanan dan ke kiri. Jalur yang menanjak ke kanan menuju arah Gunung Gumuruh. Jalur yang benar menuju arah alun2 SK adalah ke kiri. Jalur ke kiri memang sedikit tertutup semak. Jalurnya akan menurun kemudian berbelok ke kanan sebelum akhirnya tiba di ujung barat alun2.

About these ads
Explore posts in the same categories: Rute Pendakian

Satu komentar pada “Gunung Gede – Lewat Salabintana”

  1. hendry Berkata

    salam petualang!!!!
    mas tolong dong tulisannya rute pendakian gunung salak melalui gunung bunder tolong ya mas penting banget tu sama mau naek sehabis dari kerakatau

    Jalur Pasir Rengit berada di dekat Wana Wisata bumi perkemahan Gunung Bunder, di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Jaraknya dari Wana Wisata itu beberapa kilometer saja. Jalur ini dapat digunakan untuk menuju Kawah Ratu dan Puncak Salak I. Wana Wisata Gunung Bunder merupakan obyek wisata bumi perkemahan .Di dekat Wana Wisata itu terdapat beberapa air tejun seperti Curug Ngumpet, Curug Sewu (Seribu), Curug Cigamea. Dari Curug Ngumpet dan Curug Sewu ada jalur pendakian menuju Puncak Salak I dengan terlebih dahulu melewati Kawah Ratu. Kebanyakan pendaki lebih melewati Curug Ngumpet. Untuk sampai di Wana Wisata Gunung Bunder, dari Bogor menuju Cibatok dengan angkot dari Stasiun Kereta Bogor jurusan Lewiliang. Dari Cibatok menuju Wana Wisata Gunung Bunder ada angkot, namun terkadang angkotnya tidak sampai ke sana, karena memang jaraknya cukup jauh. Cibatok – Wana Wisata Gunung Bunder bila naik angkot kira-kira 3 jam. Biasanya bila penumpangnya sedikit yang ke Wana Wisata tersebut, sebelum sampai ke Wana Wisata tersebut angkot akan memutar balik untuk kembali ke Cibatok. Sebenarnya supir berharap agar angkot dicarter untuk bisa ke Wana Wisata Gunung Bunder, atau ke Curug Ngumpet di Pasir Reungit (jalur pendakian ke Puncak Salak I). Waktu yang ditempuh dari Curug Ngumpet menuju Kawah Ratu sekitar 2 jam. Kemudian dari Kawah Ratu kita harus menuju Shelter IV (pertemuan jalur Cangkuang) untuk menuju Puncak Salak I. Dari Kawah Ratu ke Shelter IV bisa ditempuh kira-kira 30 menit.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 39 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: