ARUNG JERAM INDONESIA 01

Arung Jeram di Indonesia

Kegiatan arung jeram di Indonesia sudah dikenal masyarakat sejak dekade 70-an dan dicap sebagai kegiatan beresiko tinggi dan pernah menewaskan beberapa penggiatnya. Namun sejak dasawarsa 90-an, arung jeram berkembang menjadi kegiatan komersil dan sebagai rekreasi alternatif untuk keluarga.

Beberapa lokasi telah dikembangkan untuk tujuan tersebut, berikut diantaranya :

Sungai Wampu (Class II – III)

Sungai Wampu merupakan sungai paling populer untuk arung jeram di provinsi Sumatra Utara.Sungai ini mengalir melintasi dua kabupaten, yaitu Karo dan Langkat sepanjang lebih dari 140 kilometer. Hulunya berada pada dataran tinggi Karo dan bermuara di kawasan Suaka Margasatwa Karang Gading, Langkat Timur Laut.

Pada kawasan tertentu masyarakat memberi nama yang berbeda-beda untuk Sungai Wampu. Masyarakat di Karo menyebutnya Lau Biang, lalu ada yang menyebut Lau Tuala. Sedangkan untuk bagian hilir di Langkat dinamakan Wampu. Agak ke bagian muara, masyarakat menyebutnya dengan Ranto Panjang.

Rute utama untuk berarung jeram biasanya dimulai dari desa Kaperas di Marike sampai dengan jembatan Bahorok di Kab. Langkat. Jarak tempuh kurang lebih sepanjang 22 km, waktu tempuh normal 4-5 jam. Rute pengarungan yang lebih panjang dapat dimulai dari desa Rih Tengah, kab. Karo.

Hanya saja perjalanan menuju ke desa ini cukup sulit, disamping harus melewati jalan off road selama 3 jam, harus dilanjutkan pula dengan trekking selama 3 jam. Tetapi jangan khawatir karena anda akan disuguhi pemandangan yang indah di titik awal pengarungan.

Sungai Alas (Class III – IV)

Sungai ini terletak di dalam TN Gunung Leuser dan mengalir ke arah Aceh Selatan. Sungai ini termasuk sungai yang selalu diimpikan untuk diarungi oleh penggiat arung jeram. Tingkat kesulitan jeram-jeramnya antara III – IV. Ada beberapa trip yang bisa dipilih. Untuk perjalanan satu hari pengarungan dapat dimulai dari Serkil ke Ketambe atau Natam dekat Kutacane. Jika memang tertarik untuk trip panjang, pangarungan dapat dimulai dari Ketambe ke Gelombang, Aceh Selatan.

Jalur ini adalah jalur ekspedisi yang cukup menegangkan sekaligus mengasyikkan, karena melintas hutan tropis selama tiga hari penuh. Di titik-titik perhentian telah disediakan fasilitas pondok-pondok wisata yang dapat digunakan untuk bermalam.

Sungai Tripa (Class III – IV)

Sungai ini juga terdapat di TN Gunung Leuser. Titik awal pengarungan dimulai dari desa Pasir dan berakhir di desa Tongra, Terangun Aceh Tenggara. Muara sungai Tripa berada di Aceh Barat dan mengalir ke Samudera Hindia. Untuk mencapai desa Pasir dapat melalui Blangkejeren melalui jalan-jalan berlumpur.

Sungai Asahan (Class III – V)

Sungai ini mengalir dari mulut Danau Toba melewati Kab. Asahan dan berakhir di Teluk Nibung, Selat Malaka. Jeram sungai asahan terkenal liar dan deras. Topografi daerah ini bergelombang membuat jeram-jeram di sungai asahan ini menjadi sangat variatif, berombak tinggi, dan panjang. Titik awal dapat dimulai dari Sampuran Harimau yang terletak di desa Tangga di Kab. Asahan dan titik akhirnya di desa Bandar Pulau. Jeram terbesar dan terganas adalah rabbit hole yang mempunyai grade V.

Sungai Batang Toru (Class III – IV)

Sungai Batang Toru terletak di wilayah Tapanuli Selatan berhulu di Danau Toba. Mengalir ke arah Barat daya dan bermuara di Samudera Hindia. Sungai ini dikenal juga dengan nama Aek Sigeon oleh orang-orang Tarutung sampai ke hulu, sedang orang di sekitar Batang Toru ini menyebutnya dengan nama Aek Sarula. Panjang sungai sekitar 125 km.

Way Semangka (Class II – III)

Way Semangka terletak di pingir perbatasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Lampung. Lintasan yang asyik untuk diarungi adalah sepanjang 23 km dengan waktu tempuh antara 5 s/d 7 jam. Pemandangan di sisi sungai sangat menarik terutama di separuh sungai bagian atas. Start dimulai dari desa Tugu Ratu dan finish di Dam Talang Asahan. Untuk mencapai tempat start di Tugu Ratu memakan waktu sekitar 5-6 jam dari Tanjung Karang.

Sungai Citarik (Class III)

Sungai ini cukup terkenal di antara para penggemar pengarung jeram. Kondisi airnya cukup jernih dan relatif stabil sepanjang tahun. Lintasan yang cukup asyik untuk diarungi sepanjang 17 km. Start dapat dimulai dari Parakan Telu desa Cigelong atau dari Pajagan, desa Cigelong. Sedang finish di desa Citangkolo, Cikidang atau di desa Cikadu, Pelabuhan Ratu. Total pengarungan sekitar 4 jam. Namun pada umumnya pengarungan dimulai dari Pajagan dan berakhir di desa Cikadu.

Sungai Cicatih (Class III – IV)

Terletak di Kab. Sukabumi, sungai cukup lebar antara 25 s/d 100 meter. Entry point pertama adalah dari Dam PLTA Ubruk, sedang entry point ke dua dari desa Bojongkerta. Sedang finish di jembatan gantung Leuwilalai. Lama pengarungan sekitar 3 jam jika titik mulai dari DAM Ubruk, jika mulai dari Bojongkerta lama pengarungan sekitar 2 jam. Jeram terrbesar adalah jeram gigi dengan tingkat kesulitan Class IV.

Sungai Cimandiri (Class III)

Terletak di daerah Sukabumi Jawa barat. Sungai yang berhulu di Gunung Gede Pangrango ini merentang sepanjang 8,6 km. Biasanya, jalur pengarungan yang ditempuh adalah antara jembatan Padabeunghar dan jembatan desa Cilalai, titik yang sama untuk mengakhiri pengarungan di Sungai Cicatih.

Sungai Cikandang (Class III – IV+)

Air sungai Cikandang berasal dari Gunung Cikuray dan Papandayan yang bermuara di Samudra Hindia (laut selatan), terletak di wilayah selatan kabupaten Garut. Sungai ini masih sangat asri dan jauh dari polusi karena jauh dari daerah permukiman. Air sungai Cikandang relatif stabil baik dimusim kemarau ataupun musim hujan.

Lebar sungai bervariasi antara 50 meter – 300 meter. Titik awal pengarungan dapat dimulai dari kampung Sindang Ratu, Pakenjeng dan berakhir di pesisir pantai selatan di desa Cijayana. Lama pengarungan sekitar 4 – 5 jam, jarak tempuh sekitar 20 km. Jeram dengan tingkat kesulitan IV+ adalah Jeram Bangkai, Jeram Sobek, Jeram Erlan Hole, Jeram Tepung, Jeram Batu Nunggul, Jeram Panjang, Jeram Anis, Jeram Parakan Lubang dan Jeram Goodbye.

Sungai Cimanuk (Class III – IV+)

Hulu sungai Cimanuk berasal dari Gunung Papandayan, melintasi 4 Kabupaten, yaitu Garut, Sumedang, Majalengka dan Cirebon. Sungai ini bermuara di laut Jawa dengan beberapa pilihan lokasi dan lama pengarungan. Beberapa entry point untuk pengarungan sungai ini antara lain: Jager – Leuwi Goong, Leuwi Goong – Sasak Besi, Sasak Besi – Limbangan, namun ada pula yang berakhir sampai ke Wado (kab. Majalengka) dengan lama pengarungan mencapai 3 Hari.

Sungai Cipeles (Class II – III)

Terletak di Kab. Sumedang dan merupakan sungai yang baru untuk kegiatan arung jeram. Panjang lintasan yang biasa diarungi sejauh 10 Km dengan lama pengarungan 2 jam. Lokasi entry point sungai ini adalah Rumah Makan Sari Bumi dan finish di Bendungan Sentig.

Sungai Cikaso (Class III – IV)

Hulu sungai Cikaso berada di daerah pegunungan di Sukabumi utara. Sedang muara sungai ini berada di pantai selatan di daerah Kecamatan Surade, Sukabumi Selatan. Panjang sungai yang sudah diarungi baru sekitar 24 km. Sungai ini mempunyai daya tarik tersendiri, karena di sepanjang aliran sungai banyak ditemui air terjun yang meluncur dari tebing-tebing sungai yang ditumbuhi lumut-lumut hijau.

Lebar sungai Cikaso bervariasi antara 50 sampai 100 meter. Di jeram Sarongge yang terletak di kampung Cimampar, Cangkuang aliran sungai menyempit di antara tebing-tebing terjal, bahkan di salah satu bagian aliran sungai tertutup runtuhan batu breksi, sehingga tak dapat diarungi. Entry point dimulai dari jembatan Bojong Kecamatan Kalibunder dan finish di jembatan Cikaso kecamatan Tegal Buleud.

Sungai Palayangan (Class III – IV)

Air sungai Palayangan berasal dari Situ Cileunca yang terletak di Pangalengan, Kabupaten Bandung yang terkenal dengan kesejukannya. Sungai Palayangan memiliki gradien tinggi dengan arus yang cukup deras. Sungai ini dapat diarungi sepanjang tahun. Lebar sungai antara 5-10 meter dengan kelokkan tajam dan beberapa drop menyertainya.

Jeram dengan tingkat kesulitan tertinggi adalah jeram blender yaitu berupa drop setinggi 2 meter, sedang jeram yang paling menarik adalah jeram Kecapi. Airnya dingin, jernih dan bersih. Panjang lintasan sungai yang dapat diarungi adalah 5 km dengan lama pengarungan 1-2 jam.

About these ads
Explore posts in the same categories: Rafting

22 Komentar pada “ARUNG JERAM INDONESIA 01”

  1. Frangky Berkata

    jangan pernah hancurkan lembah sungai asahan,apalagi sampai hilang nya arung jeram dari sunga i itu,saya frangky,asli anak parhitean,dan bermukim di pinggiran sungai asahan.dan saya cinta arung jeram,dan saya salasatunya atlit dri arung jeram tobasa
    081370416027,

  2. dias Berkata

    info tentang sungai batang toru tanya sama anak kompas-USU.
    mereka sudah mengarungi dari tapanuli utara sampai selatan

  3. dias Berkata

    bro frangki!
    semoga itu tak akan pernah terjadi

  4. topan Berkata

    boz ada yg bisa kasih data sungai2 laen yg blm disebutin di atas gak???
    klo ada yg pernah baca buku made brown, nah data2 sungai di situ yg aq butuhin…
    mo ekspedisi, atas perhatiannya thx a lot. SALAM LESTARI!!!!!!

    hhmm…. coba nanti saya usahakan…
    atau..mungkin bisa kamu kasi tau kamu butuhnya data sungai apa

  5. Icha Berkata

    Bro, sekalian donk sebutin nama2 operator di masing2 sungainya. Jd klo qta mau main hubunginnya kmn gitu bro..

    Thanks yaw :)

    rencana semula sih mo masukin data2 tsb, tapi pikir2 kok kaya promosi yah..
    nanti yg gak tercantum malah protes…jadi ambil keputusan untuk gak ditampilin

  6. Icha Berkata

    Bro, ada masukkan ga lokasi rafting yg dkt dgn Jkt? Di daerah bogor/sukabumi [slain Citarik]? Tp yg ga trlalu ribet jg jalannya. Any idea ga bro?

  7. herry kurniawan Berkata

    saya ingin data sungai asahan,….

    terutama tentang jeram nightmare atau jeram mimpi buruk,….

    tolong ya,……

    akan saya usahakan
    kalau dapat nanti segera saya posting

  8. frangky Berkata

    saya mewakili dari pendudul sungai asahan,ingin mengharapakan siapa ya yg mau menolong kami jadi pemandu arung jeram,? kami malu sebenrnya mengatakan ini. tapi apaboleh buatlah,selama ini kami hanya penonton di kampung halaman kami sendiri dan tidak bisa menikmati ber main arung jeram yg mengasikan itu!!!!!!!!!!!! ahhhhhhhhhhhhhhh
    mungkin itulah kebodohan kami penduduk yg bodoh ini,,,,,,
    di mana ya tempat sekolah arung jeram di indonedia ini? klo ada sekolah nya tlong di hubungi bro ke nmr ini.081396288580 trimakasi

    wah..sayang sekali..
    coba kita komunikasi via email dulu yah, mungkin saya bisa bantu
    catros@myself.com

  9. frangky Berkata

    aku berharap atas bantuanya,dan bantuan teman-teman sekalian, ne alamt email saya.hantu_jeram@yahoo.com,dan semoga sucses buat rafter yg lain nya,,, maju terus arung jeram indonesia,,,, perjuangkan sampai titik darah pengahabisan.

    hormat kami

    lembah sungai asahan parhitean

  10. neeta Berkata

    mau tau info untuk sungai yang di bali..
    dulu saya pernah mengarumi salahsatu sungai yang cukup OK, tapi lupa dimana? Bisa dibantu untuk liputan nya,pak?? thanks -anita-

  11. apri Berkata

    hmmm baru ketemu neh blog nya, saya apri dan saya juga penduduk desa Parhitean nan indah itu, terus terang saya membenarkan apa yang dikatakan oleh frangky ttg keberadaan kami sebagai penduduk lokal yang hanya bisa jadi penonton.

    So, buat siapa aja yang bisa ngasi bantuan training buat rafting mohon info nya yach.

    Sebelumnya terima kasih banyak

    coba kirim email ke catros@myself.com

  12. wawan Berkata

    kami coverall baru saja melakukan rafting di sungai sumber dandang di malang jatim, dan rencana kami akan melakukan lagi di sungai pekalen di probolinggo jatim dengan panjang lintasan 29KM, ada yang mo coba.
    buat catros, knapa yang disebutin diatas yang berada di jabar dan sumatra saja, kan masih banyak di jateng ada serayu, kulon progo dan kawan2, jatim sudah saya sebutkan, di kalbar ada cheeroke, di sulawesi ada juga tuh.

    waduh… mohon maaf, datanya emang udah data lama..
    kalo berkenan, boleh kirimkan data tambahan yg kamu ketahui
    sebelumnya terima kasih

  13. lerma cute Berkata

    leh ikutan ngk……btw kpn l6i arun9 j3r4m d1 tmpat qta tulan9……..
    he……..he……..he……….

  14. Student Berkata

    Wah kalo dilengkapi dengan foto2nya asyik juga tuh :)Apalagi pada saat jagoan arum jeramnya beraksi

  15. jecqlien netty Berkata

    bt frengky klo mau mngembangkan potensi sdm rafter dr kampung anda jgn tanggung2 donk..

  16. Ucen pulungan Berkata

    Ahir2 ini Rch rafting,srg melakukan arum jeram disipispis.disungai bahbolon.yg bermuara kesungai padang tebing tinggi.jeramnya memang tdk sedsat sungai asahan.tp pemandangannya lmyn bgs.

  17. mendut rafting Berkata

    mantab gan….!!!
    menambahi untuk sungai di jawa Tengah – DIY
    1. Sungai Elo (Magelang) Class I-II
    2. Sungai Progo Atas (Magelang) Class III
    4. Sungai Progo Bawah (Magelang – DIY) Class III-V
    6. Sungai Progo via Temanggung Class III
    7. Sungai Serayu Wonosobo Class III-IV
    more info…http://www.mendutrafting2010.co.cc/


  18. [...] Arung Jeram di Indonesia Kegiatan arung jeram di Indonesia sudah dikenal masyarakat sejak dekade 70-an dan dicap sebagai kegiatan beresiko tinggi dan pernah menewaskan beberapa penggiatnya. Namun sejak dasawarsa 90-an, arung jeram berkembang menjadi kegiatan komersil dan sebagai rekreasi alternatif untuk keluarga. Beberapa lokasi telah dikembangkan untuk tujuan tersebut, berikut diantaranya : Sungai Wampu (Class II – III) Sungai Wampu merupakan sungai paling populer untuk arung jeram di provinsi Sumatra Utara.Sungai ini mengalir melintasi dua kabupaten, yaitu Karo dan Langkat sepanjang lebih dari 140 kilometer. Hulunya berada pada dataran tinggi Karo dan bermuara di kawasan Suaka Margasatwa Karang Gading, Langkat Timur Laut. Pada kawasan tertentu masyarakat memberi nama yang berbeda-beda untuk Sungai Wampu. Masyarakat di Karo menyebutnya Lau Biang, lalu ada yang menyebut Lau Tuala. Sedangkan untuk bagian hilir di Langkat dinamakan Wampu. Agak ke bagian muara, masyarakat menyebutnya dengan Ranto Panjang. Rute utama untuk berarung jeram biasanya dimulai dari desa Kaperas di Marike sampai dengan jembatan Bahorok di Kab. Langkat. Jarak tempuh kurang lebih sepanjang 22 km, waktu tempuh normal 4-5 jam. Rute pengarungan yang lebih panjang dapat dimulai dari desa Rih Tengah, kab. Karo. Hanya saja perjalanan menuju ke desa ini cukup sulit, disamping harus melewati jalan off road selama 3 jam, harus dilanjutkan pula dengan trekking selama 3 jam. Tetapi jangan khawatir karena anda akan disuguhi pemandangan yang indah di titik awal pengarungan. Sungai Alas (Class III – IV) Sungai ini terletak di dalam TN Gunung Leuser dan mengalir ke arah Aceh Selatan. Sungai ini termasuk sungai yang selalu diimpikan untuk diarungi oleh penggiat arung jeram. Tingkat kesulitan jeram-jeramnya antara III – IV. Ada beberapa trip yang bisa dipilih. Untuk perjalanan satu hari pengarungan dapat dimulai dari Serkil ke Ketambe atau Natam dekat Kutacane. Jika memang tertarik untuk trip panjang, pangarungan dapat dimulai dari Ketambe ke Gelombang, Aceh Selatan. Jalur ini adalah jalur ekspedisi yang cukup menegangkan sekaligus mengasyikkan, karena melintas hutan tropis selama tiga hari penuh. Di titik-titik perhentian telah disediakan fasilitas pondok-pondok wisata yang dapat digunakan untuk bermalam. Sungai Tripa (Class III – IV) Sungai ini juga terdapat di TN Gunung Leuser. Titik awal pengarungan dimulai dari desa Pasir dan berakhir di desa Tongra, Terangun Aceh Tenggara. Muara sungai Tripa berada di Aceh Barat dan mengalir ke Samudera Hindia. Untuk mencapai desa Pasir dapat melalui Blangkejeren melalui jalan-jalan berlumpur. Sungai Asahan (Class III – V) Sungai ini mengalir dari mulut Danau Toba melewati Kab. Asahan dan berakhir di Teluk Nibung, Selat Malaka. Jeram sungai asahan terkenal liar dan deras. Topografi daerah ini bergelombang membuat jeram-jeram di sungai asahan ini menjadi sangat variatif, berombak tinggi, dan panjang. Titik awal dapat dimulai dari Sampuran Harimau yang terletak di desa Tangga di Kab. Asahan dan titik akhirnya di desa Bandar Pulau. Jeram terbesar dan terganas adalah rabbit hole yang mempunyai grade V. Sungai Batang Toru (Class III – IV) Sungai Batang Toru terletak di wilayah Tapanuli Selatan berhulu di Danau Toba. Mengalir ke arah Barat daya dan bermuara di Samudera Hindia. Sungai ini dikenal juga dengan nama Aek Sigeon oleh orang-orang Tarutung sampai ke hulu, sedang orang di sekitar Batang Toru ini menyebutnya dengan nama Aek Sarula. Panjang sungai sekitar 125 km. Way Semangka (Class II – III) Way Semangka terletak di pingir perbatasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Lampung. Lintasan yang asyik untuk diarungi adalah sepanjang 23 km dengan waktu tempuh antara 5 s/d 7 jam. Pemandangan di sisi sungai sangat menarik terutama di separuh sungai bagian atas. Start dimulai dari desa Tugu Ratu dan finish di Dam Talang Asahan. Untuk mencapai tempat start di Tugu Ratu memakan waktu sekitar 5-6 jam dari Tanjung Karang. Sungai Citarik (Class III) Sungai ini cukup terkenal di antara para penggemar pengarung jeram. Kondisi airnya cukup jernih dan relatif stabil sepanjang tahun. Lintasan yang cukup asyik untuk diarungi sepanjang 17 km. Start dapat dimulai dari Parakan Telu desa Cigelong atau dari Pajagan, desa Cigelong. Sedang finish di desa Citangkolo, Cikidang atau di desa Cikadu, Pelabuhan Ratu. Total pengarungan sekitar 4 jam. Namun pada umumnya pengarungan dimulai dari Pajagan dan berakhir di desa Cikadu. Sungai Cicatih (Class III – IV) Terletak di Kab. Sukabumi, sungai cukup lebar antara 25 s/d 100 meter. Entry point pertama adalah dari Dam PLTA Ubruk, sedang entry point ke dua dari desa Bojongkerta. Sedang finish di jembatan gantung Leuwilalai. Lama pengarungan sekitar 3 jam jika titik mulai dari DAM Ubruk, jika mulai dari Bojongkerta lama pengarungan sekitar 2 jam. Jeram terrbesar adalah jeram gigi dengan tingkat kesulitan Class IV. Sungai Cimandiri (Class III) Terletak di daerah Sukabumi Jawa barat. Sungai yang berhulu di Gunung Gede Pangrango ini merentang sepanjang 8,6 km. Biasanya, jalur pengarungan yang ditempuh adalah antara jembatan Padabeunghar dan jembatan desa Cilalai, titik yang sama untuk mengakhiri pengarungan di Sungai Cicatih. Sungai Cikandang (Class III – IV+) Air sungai Cikandang berasal dari Gunung Cikuray dan Papandayan yang bermuara di Samudra Hindia (laut selatan), terletak di wilayah selatan kabupaten Garut. Sungai ini masih sangat asri dan jauh dari polusi karena jauh dari daerah permukiman. Air sungai Cikandang relatif stabil baik dimusim kemarau ataupun musim hujan. Lebar sungai bervariasi antara 50 meter – 300 meter. Titik awal pengarungan dapat dimulai dari kampung Sindang Ratu, Pakenjeng dan berakhir di pesisir pantai selatan di desa Cijayana. Lama pengarungan sekitar 4 – 5 jam, jarak tempuh sekitar 20 km. Jeram dengan tingkat kesulitan IV+ adalah Jeram Bangkai, Jeram Sobek, Jeram Erlan Hole, Jeram Tepung, Jeram Batu Nunggul, Jeram Panjang, Jeram Anis, Jeram Parakan Lubang dan Jeram Goodbye. Sungai Cimanuk (Class III – IV+) Hulu sungai Cimanuk berasal dari Gunung Papandayan, melintasi 4 Kabupaten, yaitu Garut, Sumedang, Majalengka dan Cirebon. Sungai ini bermuara di laut Jawa dengan beberapa pilihan lokasi dan lama pengarungan. Beberapa entry point untuk pengarungan sungai ini antara lain: Jager – Leuwi Goong, Leuwi Goong – Sasak Besi, Sasak Besi – Limbangan, namun ada pula yang berakhir sampai ke Wado (kab. Majalengka) dengan lama pengarungan mencapai 3 Hari. Sungai Cipeles (Class II – III) Terletak di Kab. Sumedang dan merupakan sungai yang baru untuk kegiatan arung jeram. Panjang lintasan yang biasa diarungi sejauh 10 Km dengan lama pengarungan 2 jam. Lokasi entry point sungai ini adalah Rumah Makan Sari Bumi dan finish di Bendungan Sentig. Sungai Cikaso (Class III – IV) Hulu sungai Cikaso berada di daerah pegunungan di Sukabumi utara. Sedang muara sungai ini berada di pantai selatan di daerah Kecamatan Surade, Sukabumi Selatan. Panjang sungai yang sudah diarungi baru sekitar 24 km. Sungai ini mempunyai daya tarik tersendiri, karena di sepanjang aliran sungai banyak ditemui air terjun yang meluncur dari tebing-tebing sungai yang ditumbuhi lumut-lumut hijau. Lebar sungai Cikaso bervariasi antara 50 sampai 100 meter. Di jeram Sarongge yang terletak di kampung Cimampar, Cangkuang aliran sungai menyempit di antara tebing-tebing terjal, bahkan di salah satu bagian aliran sungai tertutup runtuhan batu breksi, sehingga tak dapat diarungi. Entry point dimulai dari jembatan Bojong Kecamatan Kalibunder dan finish di jembatan Cikaso kecamatan Tegal Buleud. Sungai Palayangan (Class III – IV) Air sungai Palayangan berasal dari Situ Cileunca yang terletak di Pangalengan, Kabupaten Bandung yang terkenal dengan kesejukannya. Sungai Palayangan memiliki gradien tinggi dengan arus yang cukup deras. Sungai ini dapat diarungi sepanjang tahun. Lebar sungai antara 5-10 meter dengan kelokkan tajam dan beberapa drop menyertainya. Jeram dengan tingkat kesulitan tertinggi adalah jeram blender yaitu berupa drop setinggi 2 meter, sedang jeram yang paling menarik adalah jeram Kecapi. Airnya dingin, jernih dan bersih. Panjang lintasan sungai yang dapat diarungi adalah 5 km dengan lama pengarungan 1-2 jam. Sumber : http://catros.wordpress.com/2007/07/03/arung-jeram-indonesia-01/ [...]


  19. [...] Arung Jeram di Indonesia Kegiatan arung jeram di Indonesia sudah dikenal masyarakat sejak dekade 70-an dan dicap sebagai kegiatan beresiko tinggi dan pernah menewaskan beberapa penggiatnya. Namun sejak dasawarsa 90-an, arung jeram berkembang menjadi kegiatan komersil dan sebagai rekreasi alternatif untuk keluarga. Beberapa lokasi telah dikembangkan untuk tujuan tersebut, berikut diantaranya : Sungai Wampu (Class II – III) Sungai Wampu merupakan sungai paling populer untuk arung jeram di provinsi Sumatra Utara.Sungai ini mengalir melintasi dua kabupaten, yaitu Karo dan Langkat sepanjang lebih dari 140 kilometer. Hulunya berada pada dataran tinggi Karo dan bermuara di kawasan Suaka Margasatwa Karang Gading, Langkat Timur Laut. Pada kawasan tertentu masyarakat memberi nama yang berbeda-beda untuk Sungai Wampu. Masyarakat di Karo menyebutnya Lau Biang, lalu ada yang menyebut Lau Tuala. Sedangkan untuk bagian hilir di Langkat dinamakan Wampu. Agak ke bagian muara, masyarakat menyebutnya dengan Ranto Panjang. Rute utama untuk berarung jeram biasanya dimulai dari desa Kaperas di Marike sampai dengan jembatan Bahorok di Kab. Langkat. Jarak tempuh kurang lebih sepanjang 22 km, waktu tempuh normal 4-5 jam. Rute pengarungan yang lebih panjang dapat dimulai dari desa Rih Tengah, kab. Karo. Hanya saja perjalanan menuju ke desa ini cukup sulit, disamping harus melewati jalan off road selama 3 jam, harus dilanjutkan pula dengan trekking selama 3 jam. Tetapi jangan khawatir karena anda akan disuguhi pemandangan yang indah di titik awal pengarungan. Sungai Alas (Class III – IV) Sungai ini terletak di dalam TN Gunung Leuser dan mengalir ke arah Aceh Selatan. Sungai ini termasuk sungai yang selalu diimpikan untuk diarungi oleh penggiat arung jeram. Tingkat kesulitan jeram-jeramnya antara III – IV. Ada beberapa trip yang bisa dipilih. Untuk perjalanan satu hari pengarungan dapat dimulai dari Serkil ke Ketambe atau Natam dekat Kutacane. Jika memang tertarik untuk trip panjang, pangarungan dapat dimulai dari Ketambe ke Gelombang, Aceh Selatan. Jalur ini adalah jalur ekspedisi yang cukup menegangkan sekaligus mengasyikkan, karena melintas hutan tropis selama tiga hari penuh. Di titik-titik perhentian telah disediakan fasilitas pondok-pondok wisata yang dapat digunakan untuk bermalam. Sungai Tripa (Class III – IV) Sungai ini juga terdapat di TN Gunung Leuser. Titik awal pengarungan dimulai dari desa Pasir dan berakhir di desa Tongra, Terangun Aceh Tenggara. Muara sungai Tripa berada di Aceh Barat dan mengalir ke Samudera Hindia. Untuk mencapai desa Pasir dapat melalui Blangkejeren melalui jalan-jalan berlumpur. Sungai Asahan (Class III – V) Sungai ini mengalir dari mulut Danau Toba melewati Kab. Asahan dan berakhir di Teluk Nibung, Selat Malaka. Jeram sungai asahan terkenal liar dan deras. Topografi daerah ini bergelombang membuat jeram-jeram di sungai asahan ini menjadi sangat variatif, berombak tinggi, dan panjang. Titik awal dapat dimulai dari Sampuran Harimau yang terletak di desa Tangga di Kab. Asahan dan titik akhirnya di desa Bandar Pulau. Jeram terbesar dan terganas adalah rabbit hole yang mempunyai grade V. Sungai Batang Toru (Class III – IV) Sungai Batang Toru terletak di wilayah Tapanuli Selatan berhulu di Danau Toba. Mengalir ke arah Barat daya dan bermuara di Samudera Hindia. Sungai ini dikenal juga dengan nama Aek Sigeon oleh orang-orang Tarutung sampai ke hulu, sedang orang di sekitar Batang Toru ini menyebutnya dengan nama Aek Sarula. Panjang sungai sekitar 125 km. Way Semangka (Class II – III) Way Semangka terletak di pingir perbatasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Lampung. Lintasan yang asyik untuk diarungi adalah sepanjang 23 km dengan waktu tempuh antara 5 s/d 7 jam. Pemandangan di sisi sungai sangat menarik terutama di separuh sungai bagian atas. Start dimulai dari desa Tugu Ratu dan finish di Dam Talang Asahan. Untuk mencapai tempat start di Tugu Ratu memakan waktu sekitar 5-6 jam dari Tanjung Karang. Sungai Citarik (Class III) Sungai ini cukup terkenal di antara para penggemar pengarung jeram. Kondisi airnya cukup jernih dan relatif stabil sepanjang tahun. Lintasan yang cukup asyik untuk diarungi sepanjang 17 km. Start dapat dimulai dari Parakan Telu desa Cigelong atau dari Pajagan, desa Cigelong. Sedang finish di desa Citangkolo, Cikidang atau di desa Cikadu, Pelabuhan Ratu. Total pengarungan sekitar 4 jam. Namun pada umumnya pengarungan dimulai dari Pajagan dan berakhir di desa Cikadu. Sungai Cicatih (Class III – IV) Terletak di Kab. Sukabumi, sungai cukup lebar antara 25 s/d 100 meter. Entry point pertama adalah dari Dam PLTA Ubruk, sedang entry point ke dua dari desa Bojongkerta. Sedang finish di jembatan gantung Leuwilalai. Lama pengarungan sekitar 3 jam jika titik mulai dari DAM Ubruk, jika mulai dari Bojongkerta lama pengarungan sekitar 2 jam. Jeram terrbesar adalah jeram gigi dengan tingkat kesulitan Class IV. Sungai Cimandiri (Class III) Terletak di daerah Sukabumi Jawa barat. Sungai yang berhulu di Gunung Gede Pangrango ini merentang sepanjang 8,6 km. Biasanya, jalur pengarungan yang ditempuh adalah antara jembatan Padabeunghar dan jembatan desa Cilalai, titik yang sama untuk mengakhiri pengarungan di Sungai Cicatih. Sungai Cikandang (Class III – IV+) Air sungai Cikandang berasal dari Gunung Cikuray dan Papandayan yang bermuara di Samudra Hindia (laut selatan), terletak di wilayah selatan kabupaten Garut. Sungai ini masih sangat asri dan jauh dari polusi karena jauh dari daerah permukiman. Air sungai Cikandang relatif stabil baik dimusim kemarau ataupun musim hujan. Lebar sungai bervariasi antara 50 meter – 300 meter. Titik awal pengarungan dapat dimulai dari kampung Sindang Ratu, Pakenjeng dan berakhir di pesisir pantai selatan di desa Cijayana. Lama pengarungan sekitar 4 – 5 jam, jarak tempuh sekitar 20 km. Jeram dengan tingkat kesulitan IV+ adalah Jeram Bangkai, Jeram Sobek, Jeram Erlan Hole, Jeram Tepung, Jeram Batu Nunggul, Jeram Panjang, Jeram Anis, Jeram Parakan Lubang dan Jeram Goodbye. Sungai Cimanuk (Class III – IV+) Hulu sungai Cimanuk berasal dari Gunung Papandayan, melintasi 4 Kabupaten, yaitu Garut, Sumedang, Majalengka dan Cirebon. Sungai ini bermuara di laut Jawa dengan beberapa pilihan lokasi dan lama pengarungan. Beberapa entry point untuk pengarungan sungai ini antara lain: Jager – Leuwi Goong, Leuwi Goong – Sasak Besi, Sasak Besi – Limbangan, namun ada pula yang berakhir sampai ke Wado (kab. Majalengka) dengan lama pengarungan mencapai 3 Hari. Sungai Cipeles (Class II – III) Terletak di Kab. Sumedang dan merupakan sungai yang baru untuk kegiatan arung jeram. Panjang lintasan yang biasa diarungi sejauh 10 Km dengan lama pengarungan 2 jam. Lokasi entry point sungai ini adalah Rumah Makan Sari Bumi dan finish di Bendungan Sentig. Sungai Cikaso (Class III – IV) Hulu sungai Cikaso berada di daerah pegunungan di Sukabumi utara. Sedang muara sungai ini berada di pantai selatan di daerah Kecamatan Surade, Sukabumi Selatan. Panjang sungai yang sudah diarungi baru sekitar 24 km. Sungai ini mempunyai daya tarik tersendiri, karena di sepanjang aliran sungai banyak ditemui air terjun yang meluncur dari tebing-tebing sungai yang ditumbuhi lumut-lumut hijau. Lebar sungai Cikaso bervariasi antara 50 sampai 100 meter. Di jeram Sarongge yang terletak di kampung Cimampar, Cangkuang aliran sungai menyempit di antara tebing-tebing terjal, bahkan di salah satu bagian aliran sungai tertutup runtuhan batu breksi, sehingga tak dapat diarungi. Entry point dimulai dari jembatan Bojong Kecamatan Kalibunder dan finish di jembatan Cikaso kecamatan Tegal Buleud. Sungai Palayangan (Class III – IV) Air sungai Palayangan berasal dari Situ Cileunca yang terletak di Pangalengan, Kabupaten Bandung yang terkenal dengan kesejukannya. Sungai Palayangan memiliki gradien tinggi dengan arus yang cukup deras. Sungai ini dapat diarungi sepanjang tahun. Lebar sungai antara 5-10 meter dengan kelokkan tajam dan beberapa drop menyertainya. Jeram dengan tingkat kesulitan tertinggi adalah jeram blender yaitu berupa drop setinggi 2 meter, sedang jeram yang paling menarik adalah jeram Kecapi. Airnya dingin, jernih dan bersih. Panjang lintasan sungai yang dapat diarungi adalah 5 km dengan lama pengarungan 1-2 jam. Sumber : http://catros.wordpress.com/2007/07/03/arung-jeram-indonesia-01/ [...]


  20. [...] Arung Jeram di Indonesia Kegiatan arung jeram di Indonesia sudah dikenal masyarakat sejak dekade 70-an dan dicap sebagai kegiatan beresiko tinggi dan pernah menewaskan beberapa penggiatnya. Namun sejak dasawarsa 90-an, arung jeram berkembang menjadi kegiatan komersil dan sebagai rekreasi alternatif untuk keluarga. Beberapa lokasi telah dikembangkan untuk tujuan tersebut, berikut diantaranya : Sungai Wampu (Class II – III) Sungai Wampu merupakan sungai paling populer untuk arung jeram di provinsi Sumatra Utara.Sungai ini mengalir melintasi dua kabupaten, yaitu Karo dan Langkat sepanjang lebih dari 140 kilometer. Hulunya berada pada dataran tinggi Karo dan bermuara di kawasan Suaka Margasatwa Karang Gading, Langkat Timur Laut. Pada kawasan tertentu masyarakat memberi nama yang berbeda-beda untuk Sungai Wampu. Masyarakat di Karo menyebutnya Lau Biang, lalu ada yang menyebut Lau Tuala. Sedangkan untuk bagian hilir di Langkat dinamakan Wampu. Agak ke bagian muara, masyarakat menyebutnya dengan Ranto Panjang. Rute utama untuk berarung jeram biasanya dimulai dari desa Kaperas di Marike sampai dengan jembatan Bahorok di Kab. Langkat. Jarak tempuh kurang lebih sepanjang 22 km, waktu tempuh normal 4-5 jam. Rute pengarungan yang lebih panjang dapat dimulai dari desa Rih Tengah, kab. Karo. Hanya saja perjalanan menuju ke desa ini cukup sulit, disamping harus melewati jalan off road selama 3 jam, harus dilanjutkan pula dengan trekking selama 3 jam. Tetapi jangan khawatir karena anda akan disuguhi pemandangan yang indah di titik awal pengarungan. Sungai Alas (Class III – IV) Sungai ini terletak di dalam TN Gunung Leuser dan mengalir ke arah Aceh Selatan. Sungai ini termasuk sungai yang selalu diimpikan untuk diarungi oleh penggiat arung jeram. Tingkat kesulitan jeram-jeramnya antara III – IV. Ada beberapa trip yang bisa dipilih. Untuk perjalanan satu hari pengarungan dapat dimulai dari Serkil ke Ketambe atau Natam dekat Kutacane. Jika memang tertarik untuk trip panjang, pangarungan dapat dimulai dari Ketambe ke Gelombang, Aceh Selatan. Jalur ini adalah jalur ekspedisi yang cukup menegangkan sekaligus mengasyikkan, karena melintas hutan tropis selama tiga hari penuh. Di titik-titik perhentian telah disediakan fasilitas pondok-pondok wisata yang dapat digunakan untuk bermalam. Sungai Tripa (Class III – IV) Sungai ini juga terdapat di TN Gunung Leuser. Titik awal pengarungan dimulai dari desa Pasir dan berakhir di desa Tongra, Terangun Aceh Tenggara. Muara sungai Tripa berada di Aceh Barat dan mengalir ke Samudera Hindia. Untuk mencapai desa Pasir dapat melalui Blangkejeren melalui jalan-jalan berlumpur. Sungai Asahan (Class III – V) Sungai ini mengalir dari mulut Danau Toba melewati Kab. Asahan dan berakhir di Teluk Nibung, Selat Malaka. Jeram sungai asahan terkenal liar dan deras. Topografi daerah ini bergelombang membuat jeram-jeram di sungai asahan ini menjadi sangat variatif, berombak tinggi, dan panjang. Titik awal dapat dimulai dari Sampuran Harimau yang terletak di desa Tangga di Kab. Asahan dan titik akhirnya di desa Bandar Pulau. Jeram terbesar dan terganas adalah rabbit hole yang mempunyai grade V. Sungai Batang Toru (Class III – IV) Sungai Batang Toru terletak di wilayah Tapanuli Selatan berhulu di Danau Toba. Mengalir ke arah Barat daya dan bermuara di Samudera Hindia. Sungai ini dikenal juga dengan nama Aek Sigeon oleh orang-orang Tarutung sampai ke hulu, sedang orang di sekitar Batang Toru ini menyebutnya dengan nama Aek Sarula. Panjang sungai sekitar 125 km. Way Semangka (Class II – III) Way Semangka terletak di pingir perbatasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Lampung. Lintasan yang asyik untuk diarungi adalah sepanjang 23 km dengan waktu tempuh antara 5 s/d 7 jam. Pemandangan di sisi sungai sangat menarik terutama di separuh sungai bagian atas. Start dimulai dari desa Tugu Ratu dan finish di Dam Talang Asahan. Untuk mencapai tempat start di Tugu Ratu memakan waktu sekitar 5-6 jam dari Tanjung Karang. Sungai Citarik (Class III) Sungai ini cukup terkenal di antara para penggemar pengarung jeram. Kondisi airnya cukup jernih dan relatif stabil sepanjang tahun. Lintasan yang cukup asyik untuk diarungi sepanjang 17 km. Start dapat dimulai dari Parakan Telu desa Cigelong atau dari Pajagan, desa Cigelong. Sedang finish di desa Citangkolo, Cikidang atau di desa Cikadu, Pelabuhan Ratu. Total pengarungan sekitar 4 jam. Namun pada umumnya pengarungan dimulai dari Pajagan dan berakhir di desa Cikadu. Sungai Cicatih (Class III – IV) Terletak di Kab. Sukabumi, sungai cukup lebar antara 25 s/d 100 meter. Entry point pertama adalah dari Dam PLTA Ubruk, sedang entry point ke dua dari desa Bojongkerta. Sedang finish di jembatan gantung Leuwilalai. Lama pengarungan sekitar 3 jam jika titik mulai dari DAM Ubruk, jika mulai dari Bojongkerta lama pengarungan sekitar 2 jam. Jeram terrbesar adalah jeram gigi dengan tingkat kesulitan Class IV. Sungai Cimandiri (Class III) Terletak di daerah Sukabumi Jawa barat. Sungai yang berhulu di Gunung Gede Pangrango ini merentang sepanjang 8,6 km. Biasanya, jalur pengarungan yang ditempuh adalah antara jembatan Padabeunghar dan jembatan desa Cilalai, titik yang sama untuk mengakhiri pengarungan di Sungai Cicatih. Sungai Cikandang (Class III – IV+) Air sungai Cikandang berasal dari Gunung Cikuray dan Papandayan yang bermuara di Samudra Hindia (laut selatan), terletak di wilayah selatan kabupaten Garut. Sungai ini masih sangat asri dan jauh dari polusi karena jauh dari daerah permukiman. Air sungai Cikandang relatif stabil baik dimusim kemarau ataupun musim hujan. Lebar sungai bervariasi antara 50 meter – 300 meter. Titik awal pengarungan dapat dimulai dari kampung Sindang Ratu, Pakenjeng dan berakhir di pesisir pantai selatan di desa Cijayana. Lama pengarungan sekitar 4 – 5 jam, jarak tempuh sekitar 20 km. Jeram dengan tingkat kesulitan IV+ adalah Jeram Bangkai, Jeram Sobek, Jeram Erlan Hole, Jeram Tepung, Jeram Batu Nunggul, Jeram Panjang, Jeram Anis, Jeram Parakan Lubang dan Jeram Goodbye. Sungai Cimanuk (Class III – IV+) Hulu sungai Cimanuk berasal dari Gunung Papandayan, melintasi 4 Kabupaten, yaitu Garut, Sumedang, Majalengka dan Cirebon. Sungai ini bermuara di laut Jawa dengan beberapa pilihan lokasi dan lama pengarungan. Beberapa entry point untuk pengarungan sungai ini antara lain: Jager – Leuwi Goong, Leuwi Goong – Sasak Besi, Sasak Besi – Limbangan, namun ada pula yang berakhir sampai ke Wado (kab. Majalengka) dengan lama pengarungan mencapai 3 Hari. Sungai Cipeles (Class II – III) Terletak di Kab. Sumedang dan merupakan sungai yang baru untuk kegiatan arung jeram. Panjang lintasan yang biasa diarungi sejauh 10 Km dengan lama pengarungan 2 jam. Lokasi entry point sungai ini adalah Rumah Makan Sari Bumi dan finish di Bendungan Sentig. Sungai Cikaso (Class III – IV) Hulu sungai Cikaso berada di daerah pegunungan di Sukabumi utara. Sedang muara sungai ini berada di pantai selatan di daerah Kecamatan Surade, Sukabumi Selatan. Panjang sungai yang sudah diarungi baru sekitar 24 km. Sungai ini mempunyai daya tarik tersendiri, karena di sepanjang aliran sungai banyak ditemui air terjun yang meluncur dari tebing-tebing sungai yang ditumbuhi lumut-lumut hijau. Lebar sungai Cikaso bervariasi antara 50 sampai 100 meter. Di jeram Sarongge yang terletak di kampung Cimampar, Cangkuang aliran sungai menyempit di antara tebing-tebing terjal, bahkan di salah satu bagian aliran sungai tertutup runtuhan batu breksi, sehingga tak dapat diarungi. Entry point dimulai dari jembatan Bojong Kecamatan Kalibunder dan finish di jembatan Cikaso kecamatan Tegal Buleud. Sungai Palayangan (Class III – IV) Air sungai Palayangan berasal dari Situ Cileunca yang terletak di Pangalengan, Kabupaten Bandung yang terkenal dengan kesejukannya. Sungai Palayangan memiliki gradien tinggi dengan arus yang cukup deras. Sungai ini dapat diarungi sepanjang tahun. Lebar sungai antara 5-10 meter dengan kelokkan tajam dan beberapa drop menyertainya. Jeram dengan tingkat kesulitan tertinggi adalah jeram blender yaitu berupa drop setinggi 2 meter, sedang jeram yang paling menarik adalah jeram Kecapi. Airnya dingin, jernih dan bersih. Panjang lintasan sungai yang dapat diarungi adalah 5 km dengan lama pengarungan 1-2 jam. Sumber : http://catros.wordpress.com/2007/07/03/arung-jeram-indonesia-01/ [...]


  21. [...] Arung Jeram di Indonesia Kegiatan arung jeram di Indonesia sudah dikenal masyarakat sejak dekade 70-an dan dicap sebagai kegiatan beresiko tinggi dan pernah menewaskan beberapa penggiatnya. Namun sejak dasawarsa 90-an, arung jeram berkembang menjadi kegiatan komersil dan sebagai rekreasi alternatif untuk keluarga. Beberapa lokasi telah dikembangkan untuk tujuan tersebut, berikut diantaranya : Sungai Wampu (Class II – III) Sungai Wampu merupakan sungai paling populer untuk arung jeram di provinsi Sumatra Utara.Sungai ini mengalir melintasi dua kabupaten, yaitu Karo dan Langkat sepanjang lebih dari 140 kilometer. Hulunya berada pada dataran tinggi Karo dan bermuara di kawasan Suaka Margasatwa Karang Gading, Langkat Timur Laut. Pada kawasan tertentu masyarakat memberi nama yang berbeda-beda untuk Sungai Wampu. Masyarakat di Karo menyebutnya Lau Biang, lalu ada yang menyebut Lau Tuala. Sedangkan untuk bagian hilir di Langkat dinamakan Wampu. Agak ke bagian muara, masyarakat menyebutnya dengan Ranto Panjang. Rute utama untuk berarung jeram biasanya dimulai dari desa Kaperas di Marike sampai dengan jembatan Bahorok di Kab. Langkat. Jarak tempuh kurang lebih sepanjang 22 km, waktu tempuh normal 4-5 jam. Rute pengarungan yang lebih panjang dapat dimulai dari desa Rih Tengah, kab. Karo. Hanya saja perjalanan menuju ke desa ini cukup sulit, disamping harus melewati jalan off road selama 3 jam, harus dilanjutkan pula dengan trekking selama 3 jam. Tetapi jangan khawatir karena anda akan disuguhi pemandangan yang indah di titik awal pengarungan. Sungai Alas (Class III – IV) Sungai ini terletak di dalam TN Gunung Leuser dan mengalir ke arah Aceh Selatan. Sungai ini termasuk sungai yang selalu diimpikan untuk diarungi oleh penggiat arung jeram. Tingkat kesulitan jeram-jeramnya antara III – IV. Ada beberapa trip yang bisa dipilih. Untuk perjalanan satu hari pengarungan dapat dimulai dari Serkil ke Ketambe atau Natam dekat Kutacane. Jika memang tertarik untuk trip panjang, pangarungan dapat dimulai dari Ketambe ke Gelombang, Aceh Selatan. Jalur ini adalah jalur ekspedisi yang cukup menegangkan sekaligus mengasyikkan, karena melintas hutan tropis selama tiga hari penuh. Di titik-titik perhentian telah disediakan fasilitas pondok-pondok wisata yang dapat digunakan untuk bermalam. Sungai Tripa (Class III – IV) Sungai ini juga terdapat di TN Gunung Leuser. Titik awal pengarungan dimulai dari desa Pasir dan berakhir di desa Tongra, Terangun Aceh Tenggara. Muara sungai Tripa berada di Aceh Barat dan mengalir ke Samudera Hindia. Untuk mencapai desa Pasir dapat melalui Blangkejeren melalui jalan-jalan berlumpur. Sungai Asahan (Class III – V) Sungai ini mengalir dari mulut Danau Toba melewati Kab. Asahan dan berakhir di Teluk Nibung, Selat Malaka. Jeram sungai asahan terkenal liar dan deras. Topografi daerah ini bergelombang membuat jeram-jeram di sungai asahan ini menjadi sangat variatif, berombak tinggi, dan panjang. Titik awal dapat dimulai dari Sampuran Harimau yang terletak di desa Tangga di Kab. Asahan dan titik akhirnya di desa Bandar Pulau. Jeram terbesar dan terganas adalah rabbit hole yang mempunyai grade V. Sungai Batang Toru (Class III – IV) Sungai Batang Toru terletak di wilayah Tapanuli Selatan berhulu di Danau Toba. Mengalir ke arah Barat daya dan bermuara di Samudera Hindia. Sungai ini dikenal juga dengan nama Aek Sigeon oleh orang-orang Tarutung sampai ke hulu, sedang orang di sekitar Batang Toru ini menyebutnya dengan nama Aek Sarula. Panjang sungai sekitar 125 km. Way Semangka (Class II – III) Way Semangka terletak di pingir perbatasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Lampung. Lintasan yang asyik untuk diarungi adalah sepanjang 23 km dengan waktu tempuh antara 5 s/d 7 jam. Pemandangan di sisi sungai sangat menarik terutama di separuh sungai bagian atas. Start dimulai dari desa Tugu Ratu dan finish di Dam Talang Asahan. Untuk mencapai tempat start di Tugu Ratu memakan waktu sekitar 5-6 jam dari Tanjung Karang. Sungai Citarik (Class III) Sungai ini cukup terkenal di antara para penggemar pengarung jeram. Kondisi airnya cukup jernih dan relatif stabil sepanjang tahun. Lintasan yang cukup asyik untuk diarungi sepanjang 17 km. Start dapat dimulai dari Parakan Telu desa Cigelong atau dari Pajagan, desa Cigelong. Sedang finish di desa Citangkolo, Cikidang atau di desa Cikadu, Pelabuhan Ratu. Total pengarungan sekitar 4 jam. Namun pada umumnya pengarungan dimulai dari Pajagan dan berakhir di desa Cikadu. Sungai Cicatih (Class III – IV) Terletak di Kab. Sukabumi, sungai cukup lebar antara 25 s/d 100 meter. Entry point pertama adalah dari Dam PLTA Ubruk, sedang entry point ke dua dari desa Bojongkerta. Sedang finish di jembatan gantung Leuwilalai. Lama pengarungan sekitar 3 jam jika titik mulai dari DAM Ubruk, jika mulai dari Bojongkerta lama pengarungan sekitar 2 jam. Jeram terrbesar adalah jeram gigi dengan tingkat kesulitan Class IV. Sungai Cimandiri (Class III) Terletak di daerah Sukabumi Jawa barat. Sungai yang berhulu di Gunung Gede Pangrango ini merentang sepanjang 8,6 km. Biasanya, jalur pengarungan yang ditempuh adalah antara jembatan Padabeunghar dan jembatan desa Cilalai, titik yang sama untuk mengakhiri pengarungan di Sungai Cicatih. Sungai Cikandang (Class III – IV+) Air sungai Cikandang berasal dari Gunung Cikuray dan Papandayan yang bermuara di Samudra Hindia (laut selatan), terletak di wilayah selatan kabupaten Garut. Sungai ini masih sangat asri dan jauh dari polusi karena jauh dari daerah permukiman. Air sungai Cikandang relatif stabil baik dimusim kemarau ataupun musim hujan. Lebar sungai bervariasi antara 50 meter – 300 meter. Titik awal pengarungan dapat dimulai dari kampung Sindang Ratu, Pakenjeng dan berakhir di pesisir pantai selatan di desa Cijayana. Lama pengarungan sekitar 4 – 5 jam, jarak tempuh sekitar 20 km. Jeram dengan tingkat kesulitan IV+ adalah Jeram Bangkai, Jeram Sobek, Jeram Erlan Hole, Jeram Tepung, Jeram Batu Nunggul, Jeram Panjang, Jeram Anis, Jeram Parakan Lubang dan Jeram Goodbye. Sungai Cimanuk (Class III – IV+) Hulu sungai Cimanuk berasal dari Gunung Papandayan, melintasi 4 Kabupaten, yaitu Garut, Sumedang, Majalengka dan Cirebon. Sungai ini bermuara di laut Jawa dengan beberapa pilihan lokasi dan lama pengarungan. Beberapa entry point untuk pengarungan sungai ini antara lain: Jager – Leuwi Goong, Leuwi Goong – Sasak Besi, Sasak Besi – Limbangan, namun ada pula yang berakhir sampai ke Wado (kab. Majalengka) dengan lama pengarungan mencapai 3 Hari. Sungai Cipeles (Class II – III) Terletak di Kab. Sumedang dan merupakan sungai yang baru untuk kegiatan arung jeram. Panjang lintasan yang biasa diarungi sejauh 10 Km dengan lama pengarungan 2 jam. Lokasi entry point sungai ini adalah Rumah Makan Sari Bumi dan finish di Bendungan Sentig. Sungai Cikaso (Class III – IV) Hulu sungai Cikaso berada di daerah pegunungan di Sukabumi utara. Sedang muara sungai ini berada di pantai selatan di daerah Kecamatan Surade, Sukabumi Selatan. Panjang sungai yang sudah diarungi baru sekitar 24 km. Sungai ini mempunyai daya tarik tersendiri, karena di sepanjang aliran sungai banyak ditemui air terjun yang meluncur dari tebing-tebing sungai yang ditumbuhi lumut-lumut hijau. Lebar sungai Cikaso bervariasi antara 50 sampai 100 meter. Di jeram Sarongge yang terletak di kampung Cimampar, Cangkuang aliran sungai menyempit di antara tebing-tebing terjal, bahkan di salah satu bagian aliran sungai tertutup runtuhan batu breksi, sehingga tak dapat diarungi. Entry point dimulai dari jembatan Bojong Kecamatan Kalibunder dan finish di jembatan Cikaso kecamatan Tegal Buleud. Sungai Palayangan (Class III – IV) Air sungai Palayangan berasal dari Situ Cileunca yang terletak di Pangalengan, Kabupaten Bandung yang terkenal dengan kesejukannya. Sungai Palayangan memiliki gradien tinggi dengan arus yang cukup deras. Sungai ini dapat diarungi sepanjang tahun. Lebar sungai antara 5-10 meter dengan kelokkan tajam dan beberapa drop menyertainya. Jeram dengan tingkat kesulitan tertinggi adalah jeram blender yaitu berupa drop setinggi 2 meter, sedang jeram yang paling menarik adalah jeram Kecapi. Airnya dingin, jernih dan bersih. Panjang lintasan sungai yang dapat diarungi adalah 5 km dengan lama pengarungan 1-2 jam. Sumber : http://catros.wordpress.com/2007/07/03/arung-jeram-indonesia-01/ [...]


  22. [...] Arung Jeram di Indonesia Kegiatan arung jeram di Indonesia sudah dikenal masyarakat sejak dekade 70-an dan dicap sebagai kegiatan beresiko tinggi dan pernah menewaskan beberapa penggiatnya. Namun sejak dasawarsa 90-an, arung jeram berkembang menjadi kegiatan komersil dan sebagai rekreasi alternatif untuk keluarga. Beberapa lokasi telah dikembangkan untuk tujuan tersebut, berikut diantaranya : Sungai Wampu (Class II – III) Sungai Wampu merupakan sungai paling populer untuk arung jeram di provinsi Sumatra Utara.Sungai ini mengalir melintasi dua kabupaten, yaitu Karo dan Langkat sepanjang lebih dari 140 kilometer. Hulunya berada pada dataran tinggi Karo dan bermuara di kawasan Suaka Margasatwa Karang Gading, Langkat Timur Laut. Pada kawasan tertentu masyarakat memberi nama yang berbeda-beda untuk Sungai Wampu. Masyarakat di Karo menyebutnya Lau Biang, lalu ada yang menyebut Lau Tuala. Sedangkan untuk bagian hilir di Langkat dinamakan Wampu. Agak ke bagian muara, masyarakat menyebutnya dengan Ranto Panjang. Rute utama untuk berarung jeram biasanya dimulai dari desa Kaperas di Marike sampai dengan jembatan Bahorok di Kab. Langkat. Jarak tempuh kurang lebih sepanjang 22 km, waktu tempuh normal 4-5 jam. Rute pengarungan yang lebih panjang dapat dimulai dari desa Rih Tengah, kab. Karo. Hanya saja perjalanan menuju ke desa ini cukup sulit, disamping harus melewati jalan off road selama 3 jam, harus dilanjutkan pula dengan trekking selama 3 jam. Tetapi jangan khawatir karena anda akan disuguhi pemandangan yang indah di titik awal pengarungan. Sungai Alas (Class III – IV) Sungai ini terletak di dalam TN Gunung Leuser dan mengalir ke arah Aceh Selatan. Sungai ini termasuk sungai yang selalu diimpikan untuk diarungi oleh penggiat arung jeram. Tingkat kesulitan jeram-jeramnya antara III – IV. Ada beberapa trip yang bisa dipilih. Untuk perjalanan satu hari pengarungan dapat dimulai dari Serkil ke Ketambe atau Natam dekat Kutacane. Jika memang tertarik untuk trip panjang, pangarungan dapat dimulai dari Ketambe ke Gelombang, Aceh Selatan. Jalur ini adalah jalur ekspedisi yang cukup menegangkan sekaligus mengasyikkan, karena melintas hutan tropis selama tiga hari penuh. Di titik-titik perhentian telah disediakan fasilitas pondok-pondok wisata yang dapat digunakan untuk bermalam. Sungai Tripa (Class III – IV) Sungai ini juga terdapat di TN Gunung Leuser. Titik awal pengarungan dimulai dari desa Pasir dan berakhir di desa Tongra, Terangun Aceh Tenggara. Muara sungai Tripa berada di Aceh Barat dan mengalir ke Samudera Hindia. Untuk mencapai desa Pasir dapat melalui Blangkejeren melalui jalan-jalan berlumpur. Sungai Asahan (Class III – V) Sungai ini mengalir dari mulut Danau Toba melewati Kab. Asahan dan berakhir di Teluk Nibung, Selat Malaka. Jeram sungai asahan terkenal liar dan deras. Topografi daerah ini bergelombang membuat jeram-jeram di sungai asahan ini menjadi sangat variatif, berombak tinggi, dan panjang. Titik awal dapat dimulai dari Sampuran Harimau yang terletak di desa Tangga di Kab. Asahan dan titik akhirnya di desa Bandar Pulau. Jeram terbesar dan terganas adalah rabbit hole yang mempunyai grade V. Sungai Batang Toru (Class III – IV) Sungai Batang Toru terletak di wilayah Tapanuli Selatan berhulu di Danau Toba. Mengalir ke arah Barat daya dan bermuara di Samudera Hindia. Sungai ini dikenal juga dengan nama Aek Sigeon oleh orang-orang Tarutung sampai ke hulu, sedang orang di sekitar Batang Toru ini menyebutnya dengan nama Aek Sarula. Panjang sungai sekitar 125 km. Way Semangka (Class II – III) Way Semangka terletak di pingir perbatasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Lampung. Lintasan yang asyik untuk diarungi adalah sepanjang 23 km dengan waktu tempuh antara 5 s/d 7 jam. Pemandangan di sisi sungai sangat menarik terutama di separuh sungai bagian atas. Start dimulai dari desa Tugu Ratu dan finish di Dam Talang Asahan. Untuk mencapai tempat start di Tugu Ratu memakan waktu sekitar 5-6 jam dari Tanjung Karang. Sungai Citarik (Class III) Sungai ini cukup terkenal di antara para penggemar pengarung jeram. Kondisi airnya cukup jernih dan relatif stabil sepanjang tahun. Lintasan yang cukup asyik untuk diarungi sepanjang 17 km. Start dapat dimulai dari Parakan Telu desa Cigelong atau dari Pajagan, desa Cigelong. Sedang finish di desa Citangkolo, Cikidang atau di desa Cikadu, Pelabuhan Ratu. Total pengarungan sekitar 4 jam. Namun pada umumnya pengarungan dimulai dari Pajagan dan berakhir di desa Cikadu. Sungai Cicatih (Class III – IV) Terletak di Kab. Sukabumi, sungai cukup lebar antara 25 s/d 100 meter. Entry point pertama adalah dari Dam PLTA Ubruk, sedang entry point ke dua dari desa Bojongkerta. Sedang finish di jembatan gantung Leuwilalai. Lama pengarungan sekitar 3 jam jika titik mulai dari DAM Ubruk, jika mulai dari Bojongkerta lama pengarungan sekitar 2 jam. Jeram terrbesar adalah jeram gigi dengan tingkat kesulitan Class IV. Sungai Cimandiri (Class III) Terletak di daerah Sukabumi Jawa barat. Sungai yang berhulu di Gunung Gede Pangrango ini merentang sepanjang 8,6 km. Biasanya, jalur pengarungan yang ditempuh adalah antara jembatan Padabeunghar dan jembatan desa Cilalai, titik yang sama untuk mengakhiri pengarungan di Sungai Cicatih. Sungai Cikandang (Class III – IV+) Air sungai Cikandang berasal dari Gunung Cikuray dan Papandayan yang bermuara di Samudra Hindia (laut selatan), terletak di wilayah selatan kabupaten Garut. Sungai ini masih sangat asri dan jauh dari polusi karena jauh dari daerah permukiman. Air sungai Cikandang relatif stabil baik dimusim kemarau ataupun musim hujan. Lebar sungai bervariasi antara 50 meter – 300 meter. Titik awal pengarungan dapat dimulai dari kampung Sindang Ratu, Pakenjeng dan berakhir di pesisir pantai selatan di desa Cijayana. Lama pengarungan sekitar 4 – 5 jam, jarak tempuh sekitar 20 km. Jeram dengan tingkat kesulitan IV+ adalah Jeram Bangkai, Jeram Sobek, Jeram Erlan Hole, Jeram Tepung, Jeram Batu Nunggul, Jeram Panjang, Jeram Anis, Jeram Parakan Lubang dan Jeram Goodbye. Sungai Cimanuk (Class III – IV+) Hulu sungai Cimanuk berasal dari Gunung Papandayan, melintasi 4 Kabupaten, yaitu Garut, Sumedang, Majalengka dan Cirebon. Sungai ini bermuara di laut Jawa dengan beberapa pilihan lokasi dan lama pengarungan. Beberapa entry point untuk pengarungan sungai ini antara lain: Jager – Leuwi Goong, Leuwi Goong – Sasak Besi, Sasak Besi – Limbangan, namun ada pula yang berakhir sampai ke Wado (kab. Majalengka) dengan lama pengarungan mencapai 3 Hari. Sungai Cipeles (Class II – III) Terletak di Kab. Sumedang dan merupakan sungai yang baru untuk kegiatan arung jeram. Panjang lintasan yang biasa diarungi sejauh 10 Km dengan lama pengarungan 2 jam. Lokasi entry point sungai ini adalah Rumah Makan Sari Bumi dan finish di Bendungan Sentig. Sungai Cikaso (Class III – IV) Hulu sungai Cikaso berada di daerah pegunungan di Sukabumi utara. Sedang muara sungai ini berada di pantai selatan di daerah Kecamatan Surade, Sukabumi Selatan. Panjang sungai yang sudah diarungi baru sekitar 24 km. Sungai ini mempunyai daya tarik tersendiri, karena di sepanjang aliran sungai banyak ditemui air terjun yang meluncur dari tebing-tebing sungai yang ditumbuhi lumut-lumut hijau. Lebar sungai Cikaso bervariasi antara 50 sampai 100 meter. Di jeram Sarongge yang terletak di kampung Cimampar, Cangkuang aliran sungai menyempit di antara tebing-tebing terjal, bahkan di salah satu bagian aliran sungai tertutup runtuhan batu breksi, sehingga tak dapat diarungi. Entry point dimulai dari jembatan Bojong Kecamatan Kalibunder dan finish di jembatan Cikaso kecamatan Tegal Buleud. Sungai Palayangan (Class III – IV) Air sungai Palayangan berasal dari Situ Cileunca yang terletak di Pangalengan, Kabupaten Bandung yang terkenal dengan kesejukannya. Sungai Palayangan memiliki gradien tinggi dengan arus yang cukup deras. Sungai ini dapat diarungi sepanjang tahun. Lebar sungai antara 5-10 meter dengan kelokkan tajam dan beberapa drop menyertainya. Jeram dengan tingkat kesulitan tertinggi adalah jeram blender yaitu berupa drop setinggi 2 meter, sedang jeram yang paling menarik adalah jeram Kecapi. Airnya dingin, jernih dan bersih. Panjang lintasan sungai yang dapat diarungi adalah 5 km dengan lama pengarungan 1-2 jam. Sumber : http://catros.wordpress.com/2007/07/03/arung-jeram-indonesia-01/ [...]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 39 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: