Climbing – Yg harus diperhatikan

Yang harus diperhatikan oleh para Pemanjat Tebing

Pembuatan Rute/ Problem Baru
Jangan merubah permukaan tebing:
– memahat (chip) bebatuan untuk alasan apapun
– mengelem batu di di muka tebing
– menggosok permukaan tebing secara agresif dan berlebihan

Pemasangan proteksi permanen (bolts hanger) dilakukan apabila rute tsb tidak bisa dipanjat secara tradisional dengan menggunakan alat pengaman yang bisa dipasang-lepas. Penggunaan hanger yang warnanya sesuai dengan warna jenis batuan tebing akan lebih baik.

Penggunaan bor manual (menggunakan tangan) dibeberapa tempat lebih disukai ketimbang penggunaan bor mesin (menggunakan baterei) yang sangat bising.

Ketika kamu bersiap dan sedang manjatdapatkan informasi yang up-to-date sebanyak mungkin mengenai tebing dan lokasi pemanjatan jauh-jauh hari sebelum perjalanan dimulai.

Jika ada penutupan akses ke tebing panjat, jangan dilanggar dan cari tempat lain untuk dipanjat..

Gunakan jalan setapak yang sudah ada meskipun lebih jauh dan lebih lama untuk dicapai. Jangan membuat jalan pintas baru yang hanya akan mengakibatkan timbulnya erosi tanah.

Berkemahlah ditempat yang telah disediakan atau yang biasa digunakan.

Buang air di WC, minimal harus 10 meter dari sumber air/ sungai. Kalo enggak ada WC, gali lubang 30cm untuk buang air besar.

Jangan bikin berising lingkungan sekitar, tinggalkan bombox/ cd player dan radio dirumah.

Gunakan kapur magnesium seperlunya.

Jangan rapel langsung melingkarkan tali kernmantel ke pohon melainkan gunakan sling yang didikatkan ke pohon.

Turuti aturan, tradisi, etika kampung sekitar dimana kamu memanjat. Hormati kuncen/ kepala desa, dan ramah tamahlah dengan penduduk sekitar.

Tetaplah berpenampilan low profile.

Hormati dan hargailah sesama pemanjat:

* Jangan memonopoli rute. Kalo udah selesai manjat janganlah membiarkan tali tegantung dirute tsb melainkan persilahkan pemanjat lain untuk menggunakan rute tsb.

* Pemanjat yang mau leading harus didahulukan dari pemanjat yang mau toproping
* Jangan bilang ke pemanjat lain bahwa tingkat kesulitan rute tertentu lebih mudah dari yang sebenarnya (dikenal dengan istilah “SANDBAG” atau “SANDBAGGING”). Misalnya rute bernama LABA-LABA berkesulitan 5.11b tapi kamu bilang ke pemanjat lain rute tsb berkesulitan 5.10. Pemberian informasi yang salah ini, baik disengaja ataupun tidak, dapat mengakibatkan kecelakaan terhadap pemanjat lain karena keterbatasan kemampuan memanjat mereka.
* Jika kamu melihat pemanjat lain dalam keadaan berbahaya baik itu disadari atau tidak, segera bertindak dengan sopan dan berikan peringatan
* Jika terjadi kecelakaan berikanlah pertolongan sebisanya
* Hati-hati dengan tawaran belay atau peminjaman alat dari pemanjat yang baru sekali kamu kenal. Bisa terjadi tambang yang mereka pakai sudah sangat tua, atau pemasangan jangkar top-rope mereka yang salah dan berbahaya.

SUMBER

Iklan
Explore posts in the same categories: Climbing

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: