SEJARAH LETUSAN GUNUNG GEDE

Sejarah letusan

Sejarah letusan G. Gede telah dibahas oleh Junghun (1843) dan Taverne (1926) dalam Kusumadinata K. dan Hamidi S. (1979), diterangkan bahwa letusan G. Gede pada umumnya kecil dan singkat, kecuali yang terjadi pada tahun 1747 – 1748 yang mengeluarkan aliran lava dari Kawahlarang. Pada tabel 2 disajikan sejumlah catatan singkat mengenai letusan yang telah terjadi di Gunung Gede.

Karakter letusan
Letusan-letusan G. Gede pada umumnya berupa letusan kecil dan berlangsung singkat. dan sifat letusan pada umumnya hanya letusan-letusan abu atau pasir halus.
Pada tahun 1747 – 1748 diduga terjadi 2 buah aliran lava dari Kawahlanang. Pada tahun 1890 diduga terjadi awanpanas. Tidak ada laporan mengenai korban akibat letusan G. Gede.

Periode letusan
Yang terpendek kurang dari satu tahun (pada tahun 1899 terjadi beberapa kali letusan) dan yang terpanjang 71 tahun.

Sejarah letusan Gunung Gede

1747-1748 = Selama perioda ini terjadi letusan hebat dan menghancurkan (Junghun, 1854).
1761 = Letusan kecil yang menghasilkan hanya sedikit abu (Junghun, 1854)
1832 = Pada 29 Agustus, awan asap raksasa mengepul dari kawah, dapat dilihat dari Bogor dan menyebabkan hujan abu deras pada jam 11.00 – 12.00, sangat halus dan berwarna kehitam-hitaman dan berhembus ke arah Jakarta (Betawi)
1840 = Terjadi beberapa kali letusan besar (Hasskarl, Junghun, 1854). Pada 12 Nopember jam 03.00 malam tiba-tiba terjadi letusan hebat, disertai oleh suara gemuruh dan goncangan tanah hebat, semburan api setinggi lebih kurang 50 m diatas kawah. Sejumlah besar batu membara dilontarkan dari kawah dan sebuah tiang asap hitam naik tinggi ke udara, abu menghujani daerah Bogor. Pada 14 Nopember, abunya ditiup angin sejauh lebih kurang 20 km. Pada 22 Nopember, jam 01.00, bumi berguncang dan terdengar surara keras selama asap dan bongkah puing lava dimuntahkan, keesokan harinya puncak gunung seakan-akan seluruhnya menyala, bagaikan lapangan alang-alang yang terbakar. Letusan paroksisma terjadi pada 1 Desember. Jam 06.00 pagi terdengar suara bagaikan guntur, tiang api mencapai lebih kurang 200 m diatas tepi kawah, awan asapnya mencapai ketinggian lebih kurang 2000 m diatas puncak gunung. 3 Desember, jam 06.00 sore dan kemudian 11 Desember jam 02.00 letusan serupa ini terjadi lagi, yang terakhir disusul dengan hujan abu.
1843 = Pada 28 Juli, jam 23.30 hujan abu tipis.
1845 = Pada 23 Januari, jam 10.30, tampak sebuah tiang asap naik dari kawah, disertai suara bergemuruh. Hal serupa terulang pada 5 Maret jam 22.30.
1847 = Malam hari 17 – 18 Oktober hujan abu tipis jatuh di Bogor.
1848 = 8 mei, di pagi hari tiba-tiba muncul tiang asap tebal di Kawah Gede.
1852 = 28 Mei, sejumlah besar batu berdiameter 2 hingga 12 kaki dan abu dilontarkan.
1853 = 14 Maret antara jam 07.00 – 09.00 tiang awan membungbung
1866 = 18 September terjadi hujan abu
1870 = 29 Agustus – 30 September, bara api, uap asap sangat tebal. 3 Oktober pada jam 09.45 terdengar ledakan kuat.
1885 = Suara gemuruh dalam Januari dan Pebruari.
1886 = 10 Juni – 16 Agustus terjadi ledakan dan dentuman, hujan abu.
1887 = 22 Oktober
1888-1889-1891 = Tanggal tidak diketahui
1899 = 1 – 14 Mei suara gemuruh, sinar api diwaktu malam
1900 = Suara bergemuruh
1909 = 2 Mei, hujan abu dan suara bergemuruh. Menurut Taverne (1926), semuanya sama sekali tidak berarti dan hanya terbatas pada hujan abu yang tipis yang hanya berlangsung 1 atau 2 hari. Neumann van Padang (1951, p.72 – 74) mencantumkan bahwa letusan ini adalah esplosi normal yang terjadi di kawah pusat.
1946 = 19 – 20 Desember, tampak asap membumbung dari Kawah Ratu
1947 = 2 September, letusan kecil dari kawah Ratu 27 September, terjadi hujan abu tipis. Pada jam 09.00 dan 09.30 awan letusan setinggi lebih kurang 500 m. 17 Oktober; pada 20.30, 20.40 dan 21.00 letusan pendek. 1 Nopember, pada 13.40 letusan pendek. 15 Nopember, pada jam 12.15 letusan pendek. 28 November, pada jam 11.25 letusan selama 2 – 3 menit. 30 Nopember, pada jam 21.27 letusan selama 3 menit.
1948 8 Januari, pada jam 00.20 letusan selama 3 menit dan semburan pasir dan lapili. 11 Januari, pada jam 21.50 letusan selama 20 detik. 17 Januari, pada jam 15.45 terjadi letusan pendek. 22 Januari, pada jam 00.45 dan 01.00 terjadi letusan pendek. 25 Januari, pada jam 07.30 dan 07.32 terjadi letusan selama 3 menit (Berlage, 1948). 28 Januari, pada jam 04.23 letusan. 12 Nopember, pada jam 11.28 terjadi letusan dengan awan abu lebih kurang setinggi 5000 m. 16 Nopember, pada jam 06.45 terjadi letusan abu kelabu. 20 Nopember, pada jam 03.45 terjadi letusan. 23 Nopember, pada jam 07.00 tampak 3 letusan dengan awan letusan sampai 2500 m tingginya (Adnawidjaja, 1948).
1949 = 17 Januari dan 5 Pebruari, letusan kecil dari kawahpusat (Neumann van Padang, 1951).
1955 = 21 Juli (Djatikoesoemo, 1955). 2 Agustus, pada jam 00.20 Asap tebal hitam pekat tampak menyembur setinggi 300 – 400 m (Djajawinangun, 1955).
1956 = 28 April, pada jam 07.00, tampak awan abu tebal berwarna hitam disertai dengan sinar, berlangsung setengah jam (Hadikusumo, 1957).
1957 = 13 Maret, pada jam 1914 – 19.16 letusan disertai suara gemuruh, tinggi awan letusan lebih kurang 3 km diatas kawah (Hadikusumo, 1957).
1972 = Menurut Hamidi (1972, p.3) dalam bulan Juli Kawahlanang mengeluarkan asap putih yang agak tebal berbau belerang bersuara mendesis. Lokasi tempat tembusan ini telah bergeser lebih kurang 10 meter. Di Kawahratu tembusan fumarola terdapat di tebing sebelah utara, asapnya berwarna putih dengan tekanan lemah. Dasar kawahnya tertutup lumpur. Di Kawawadon, tembusan fumarola terdapat di sudut sebelah tenggara, berbau belerang berwarna putih tipis dengan tekanan rendah. Tidak ada perubahan kawah yang menyolok.

Iklan
Explore posts in the same categories: Dan Lain - Lain

10 Komentar pada “SEJARAH LETUSAN GUNUNG GEDE”

  1. Agus Bily Says:

    Sangat menarik, rinci

  2. Dark_Army Says:

    Keren2
    sering2 donk ada yg terperinci kyk gene

  3. Arifin Says:

    Keren abizz,..jadi tau deh riwayat letusan g gede..kereennn


  4. Wah jangan nympe gn.gede meletus lg sprti gn.merapi kn serem.

  5. alfandi_zh Says:

    Apanya yang keren,….dah tau bahaya, sekarang sekitar gunungnya dah banyak banget manusianya, klu mbledug kaya krakatau 188..an, brapa yg mati manusianya……


  6. Kalau dilihat sejarah meletusnya.. mudah2 an tidak akan terjadi kembali.

  7. tina arief Says:

    Good- dah lengkap infonya, tapi sayang belum ada gambarnya.

  8. angie listiana Says:

    semoga gk akan trjadi lg amieen


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: