The Mental Games

Keberhasilan berkompetisi, memerlukan keseimbangan yang baik antara keseriusan dan rasa humor (levity)
_____________________________________________________________

Aspek mental dalam olahraga panjat tebing mungkin merupakan unsur yang paling penting; hal ini mendasari aspek lainnya, membuat hal lainnya menjadi mungkin. Pada satu jalur pemanjatan, kita tahu tingkat kesulitannya, yakin dapat melakukan pemanjatan, dan tiba-tiba kita tidak bisa berbuat apa-apa. Memanjat mengandalkan kekuatan badan sementara pikiran tidak karuan adalah resep terjadinya bencana – atau minimal kegagalan.

Kunci untuk memenangkan mental games adalah fokus dan keceriaan (fun). Fokus atau konsentrasi merupakan inti dari keberhasilan berolahaga, panjat tebing menempatkan konsentrasi lebih tinggi dibandingkan olahraga lain. Salah satu cara meningkatkan konsentrasi adalah melalui proses visualisasi, yaitu satu jenis latihan mental dimana kita membayangkan secara detil semua kemungkinan aktifitas pemanjatan sebelum melakukannya.

Saya melakukan banyak visualisisasi setelah periode observation (yang cuma 6 menit itu), namun tidak perlu pada setiap waktu, karena melelahkan dan kita dapat membuat pikiran menjadi overtraining (sama seperti tubuh yang bisa overtraining). Ketika saya mengamati suatu jalur pemanjatan, saya menghabiskan enam menit seluruhnya dengan konsentrasi penuh, mengolah sebanyak mungkin informasi. Saya mencoba membaca jalur pemanjatan dan mengingat detil-detilnya. Saya membayangkan melihat saya melakukan pemanjatan, gerakan demi gerakan. Kemudian setelah di ruang isolasi, daripada chatting sms atau kegiatan lainnya, saya menghabiskan beberapa menit pertama dengan memutar ulang rekaman pikiran berulang-ulang.

Saya menggambar jika dapat mengingatnya, dan menyimpannya dalam ingatan, 80% dari seluruh informasi yang telah saya serap, yaitu 80% dikurang waktu pemanjatan yang harus saya lakukan membebani tangan-tangan saya dalam mencari gerakan-gerakan.

Cara lain meningkatkan konsentrasi adalah selalu berpikiran positif. Dimulai sejak sebelum berhadapan dengan dinding pemanjatan. Ketika membersihkan sol sepatu panjat ‘Saya telah membersihkan sol sepatu saya dengan baik’. Dan jika tiba-tiba sol sepatu kita rusak setelah digunakan di dinding pemanasan, cari cara agar dapat diambil positifnya ‘Wah, saya mungkin terlalu kuat saat ini’.

Jika timbul hal-hal negatif lainnya, hadapi dan lawan. Buat daftar hal-hal yang membuat mental kita dapat terganggung. Hal ini akan membuat kita dapat menghadapi ketakutan dan keluar dari teror mental. Misalnya:
1. Saya takut jatuh
2. Dia lebih kuat dari saya.
3. Saya sedang tidak dalam kondisi terbaik hari ini.

Sekarang kita lihat konsekuensi dari setiap masalah diatas.
1. Jika saya terjatuh – hal yang sangat tidak diinginkan – jatuhnya akan aman. Lalu apa yang akan terjadi? Saya akan menjadi sedih, tapi jika tidak jatuh konsekuensinya saya senang. Sehingga ketakutan terjatuh menjadi tidak relevan.
2. Okay, mungkin dia lebih kuat dari saya, tapi siapa yang benar-benar tahu? Dia tidak akan mempengaruhi performance saya. Saya ke sini untuk menikmati jalur pemanjatan yang dibuat oleh pembuat jalur. Saya telah mempersiapkan untuk memanjat dengan baik, dan menemukan harmony dari jalur pemanjatan.
3. Mengatakan pada diri sendiri bahwa saya merasa tidak dalam bentuk terbaik tidak akan membantu saya melakukan pemanjatan lebih baik; tapi sebaliknya jika secara buta mengatakan sebaliknya (hal tidak sebenranya) akan membohongi diri sendiri. Saya harus fokus konsentrasi saya bahkan lebih untuk meyakinkan bahwa saya memanjat hingga batas akhir kekuatan yang saya miliki. Hari ini adalah sangat penting bahwa saya melakukan gerakan menggunakan sesedikit mungkin energy. Saya ingin rest (istirahat) secara efisien tapi tidak lambat sehingga menyebabkan tangan gendut yang tidak perlu.

Konsentrasi yang baik tidak harus menghilangkan keceriaan. Makin berhasil kita membuat competiti seperti melakukan pemanjatan di tebing favorit kita, makan baik. Makin muram kita, hasilnya sangat tidak baik. Cobalah untuk membuat rileks bagian tubuh yang tidak digunakan.
Keberhasilan berkompetisi, memerlukan keseimbangan yang baik antara keseriusan dan rasa humor (levity) Untuk berhasil kita harus serius, namun tidak berarti kita tidak dapat menikmati diri sendiri (enjoy yourself). Jika kita sangat fokus degan kompetisi, kita dapat mengelola keduanya secara bersamaan.

Panjat tebing adalah belajar untuk menghadapi kegagalan. Malcolm Forbes suatu kali berkata bahwa ‘kegagalan adalah keberhasilan jika belajar dari kegagalan itu,’ dan hal itu benar-benar terjadi dalam panjat tebing. Kita harus dapat mengendalikan diri setelah jatuh dan lakukan pemanjatan lagi dan lagi. Jika kita tidak mau jatuh atau tidak berminat mengambil risiko, kita pasti tidak akan meningkat. Semua orang dapat nyaman ketika semua berjalan dengan baik; perbedan antara orang hebat dan orang biasa sering kali bagaimana mereka merespon ketika jatuh. Kita mungkin cedera cukup lama setelah tertarik-otot, tapi peningkatan melalui kesalahan seperti ini dapat membawa kita ke tingkat yang lebih tinggi.

Explore posts in the same categories: Climbing, Dan Lain - Lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: