GUNUNG BUNAIYA – P. SERAM

Boleh dibilang, pendakian ke Gunung Binaiya sudah dimulai sejak kami meninggalkan Kamp 27. Dari kamp milik perusahaan kayu HPH PT. Bharata Jaya itu, kami berjalan kaki menuju Wai Somasa. Kami susuri hutan rimbun. Pohon-pohonnya menjulang tinggi, rapat dan berdaun lebat. Akibatnya, teriknya sinar matahari pun tak kuasa menerobos.

Keadaan itu membuat jalur yang kami lalui lembab. Plus, menjadi sarang kawanan pacet yang siap mengintai kami. Itu sebabnya, setiap kali rehat, kami disibuki dengan memriksa badan dan ransel. Sungguh melelahkan dan menyebalkan..!

Matahari telah condong ke Barat ketika kami tiba di tujuan. Wai Somasa – yang berupa sungai besar – tampak memukau. Setelah meyebranginya, kami berhenti di sebuah selter dan memutuskan bermalam di sana.

Hujan deras yang tak kenal kompromi mengguyur saat kami melanjutkan perjalanan keesokan harinya. Pacet yang kemarin begitu menyebalkan sudah tak tampak lagi. Dala perjalanan ke desa Kanikeh tersebut, hewan pengisap darah itu digantikan daun gatal (daun pulus) yang tumbuh liar di mana-mana.

Jalur yang kami lewati naik turun bukit. Plus sunagi-sungai kecil berair jernih yang bersliweran seenaknya. Semakin lama jalur yang kami lalui terasa kian berat. Kami harus mendaki tanjakan dengan kemiringan sangat terjal. Lalu menuruni lereng curam dan menerabas akar-akar pohon yang bergelimpangan di sana-sini.

Akibatnya langkah kami melambat. Dan, target waktu yang kami tetapkan pun menjadi molor. Saya merasakan keganasan alam Gunung Binaiya seakan mencapai titik kulminasinya. Untungnya, kami masih menyisakan semangat membara. Dengan agak gontai, kami terus melangkah. Akhirnya setelah menyebrangi sungai terbesar di kaki Gunung Binaiya, Desa Kanikeh tampak sudah.

Malamnya, kami mengadakan upacara adat. Ini merupakan syarat mutlak bila hendak menggapai puncak gunung Binaiya.

Sisa pendakian menuju puncak Binaiya (3.055 meter dpl) rupanya tak kalah seram dengan rute sebelumnya. Dari desa Kanikeh, kami berjalan di atas jalur berlumpur menuju Wai Ansela. Tiba di Wai Ansela, kami istirahat sejenak sekalian makan siang. Lepas dari sana, perjalanana dilanjutkan ke Wai Huhu – camp pertama kami.

Di Wai Huhu itulah kami disuguhi panorama alam nan indah. Di sana terdapat sungai kecil yang airnya sangat jernih. Tak jauh dari situ, tumbuh pohon arbei dengan buahnya yang merah ranum menggiurkan bak seorang perawan ayu.

Pagi-pagi sekali keesokan harinya kami bersiap meneruskan pendakian. Target berikutnya: Wai Puku – camp terakhir sebelum puncak Binaiya. Jalan menuju Wai Puku ternyata bukan tanjakan biasa. Karena itu kami harus ekstra hati-hati. Apalagi, kemiringan tanjakannya sangat terjal dengan batuan yang mudah lepas. Malam di Wai Puku sungguh tidak nyaman. Angin yang bertiup kencang membawa hawa dingin yang sangat menggigit. Itu membuat kami semua enggan ke luar tenda.

Puncak Binaiya yang dicungkupi kabut tipis tampak begitu memukau dari mulut tenda. Hal tersebut, sedikit banyak, ikut melecut semangat kami untuk bergegas menggapainya. Jarak antara Wai Puku ke puncak tidak terlalu jauh. Tapi karena jalurnya berupa tanjakan terjal, langkah kami pun agak tersendat. Kami sering berhenti untuk mengatur napas. Tepat pukul 08.00 WIT, akhirnya kami menjejakkan kaki di puncak. Kegembiraan dan keharuan berbaur membanjiri pedalaman batin.

Sejenak, saya lemparkan pandangan. Ternyata, puncak Binaiya terlihat lebih molek dari jarak dekat. Awan yang mengelilinya memunculkan sensasi lain. Saya merasakan bagaikan berdiri dinegeri awan.

Perjalanan turun bisa dikatakan tak menemui hambatan berarti. Di ambang senja, kami sudah tiba di tujuan. Penduduk desa Kanikeh ternyata telah menyiapkan upacara penyambutan. Mereka menyuguhkan sate daging rusa yang lezat sekali.

Suasana bersahabat di desa Kanikeh langsung menguap begitu kami kembali di Kota Ambon. Kemolekan gunung Binaiya berubah menjadi suasana ketegangan yang membingungkan dan menyebalkan. Sekian.

Iklan
Explore posts in the same categories: Rute Pendakian

11 Komentar pada “GUNUNG BUNAIYA – P. SERAM”

  1. imam Says:

    jadi pengen!!! klo kakak2 mo ndaki lagi mo dunk diajak.
    ceritanya asik banget tapi kok g da fotonya seh! jadi g bisa berkhayal lbih lanjut.
    kak organisasinya aku kok g da seh???
    aku undang tuk naek sindoro ato sumbing,ungaran,merbabu,merapi klo kakak mo maen ke basecamp nya pumapala
    aku tunggu

    wah terima kasih kunjungan dan undangannya…..
    saya emang gak terikat di satu organisasi…dari dulu saya lebih suka freelance ajah..
    karena saya ini penikmat dan pengagum alam, bukan pecinta alam..
    Insyaallah… saya nanti main2 ke sekre sana…kasi alamt lengkapnya dong

  2. telmark Says:

    wah, akhirnya saya temukan juga blogger pecinta alam yg lain. salam kenal.
    nb. sebaiknya di setiap pendakian mencantumkan nama daerah, kota atau provinsi atau nama wilayah atau apa saja sebagai panduan bagi pembaca. cuma saran, bagaimanapun salut.

    Terima Kasih kunjungan dan sarannya
    sepertinya itu sudah terakomodir di Thread Jalur Pendakian deh

  3. imam zakaria Says:

    kak, almat base camp kami ada di SMK N 1 TEMANGGUNG jl. kadar maron, kotak pos 104. kakak bisa kirim e-mail ke org kami pumapala_stemba@yahoo.co.id
    pada tanggsl 23-24 juni 2007 km pinya hajat LOMBA LINTAS ALAM TINGKAT NASIONAL”DAERAH JUANG JENDERAL BAMBANG SUGENG”,Klo kakak tertarik bisa ikut hub.08564372537

    wah terima kasih responnya…cepet juga yah..:D
    insyaallah kalo ada umur dan rezeky nanti saya main2 kesana, tp jgn kaget, karena saya udah “GaeK”….:D
    jadi saya cukup sadar diri untuk gak ikut omba2 semacam itu….nih badan dah gak sanggup…
    Thank’s

  4. handay Says:

    HAi KAK CATROS,gimana jd gak main kesn krng 2 mngg nich .gaek apanaya udah gaek msh ikt ARUNG JERAM GAK AJAK AJAK LAGI.LAM bwat ank bini ye!!:-)
    ada ym g?

    wedeh….galak banget…:D
    cuma ikut2an aja kok, jadi penggembira aja..:D
    YM kamu apa ?


  5. kak ni aku dari pumapala,temene imam z,kak klo bisa kami minta materi tentang climbing,pertolongan pertama pada kecelakaan yg biasa tejadi di gunung,n sar makasih ya kak

    silahkan ubek2 disini
    sepertinya udah pernah saya post disini

    salam buat imam

  6. Slamet R Says:

    Halo kak ,gimana kabarnya? tolong dong kasih saran supaya dalam mendaki gunung tu aman?oh ya foto kakak terbaru klo bisa di pajang di sini biar kita tahu n klo ketemu bisa nyapa gitu

    wah poto saya jangan dipajang disini dong…
    malu….

  7. wawan Says:

    salam lestari, kapan yach anak PA dapat ngumpul bareng
    kak bisa nda informasi gunung2 di pulau jawa informasix dapat di ketahui
    kak bisa nda minta materi tentang climbing
    salam lestari cayoh By: kpa perspa indonesia

  8. lembah Says:

    kami ingin mendaki gunung binaiya, bisa minta data sekundernya?

  9. ronal Says:

    ass.wr.wb.salam rimba dari mapala 09…boleh minta data jalur gunung binaiya mulai dari akses transportasi,administrasi,peta ,perizinan ,…mungkin itu saja dulu …trima kasih …salam rimba dari mapala 09 teknik universitas hasanuddin …bravo

  10. nuel Says:

    Salam Lestari Pak, saya dan lembah dan beberapa teman kami dari Palapsi UGM akan berangkat ke Binaiya.
    bisakah kami mendapat beberapa info dari kakak..
    email saya e_nvel@yahoo.com YMnya e_nvel..
    mohon bantuannya kak,,

  11. jj Says:

    muncakx hari k berapa bang?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: