GUIDANCE FOR RAFTING ACTIVITY 01

GUIDANCE FOR RAFTING ACTIVITY

Reference: Adventure Activity Standard (AAS – Australia), Safe Operation Planfor Commercial Rafting (SOP – New Zealand), Outdoors Adventure RiverSpecialist (OARS – USA) & AMPHIBIA Outdoor Provider Bandung –Rafting Guidance for Partivipant

Arung jeram atau rafting adalah kegiatan yang memadukan unsur olahraga, rekreasi, petualangan dan edukasi. Dikenal di Indonesia sejakpertengahan dekade 70-an, tepatnya tahun 1975 saat digelar Citarum Rally, dan berkembang pesat pada dekade 90-an. Saat ini arung jeram telah menjadi atraksi wisata andalan sebagai rekreasi alternatif untuk keluarga.

Memang tak ada persyaratan khusus untuk mengikuti kegiatan ini, karena hampir semua orang dapat mencobanya. Mulai dari anak-anak, remaja sampai dewasa, bahkan orang tua yang berumur 60 tahun sekalipun. Tidak memiliki kemampuan berenang pun bukan menjadi hambatan untuk mengikuti kegiatan arung jeram. Yang anda perlukan hanya kondisi fisik yang prima dan reservasi 2 minggu sebelum kegiatan.

Guna menunjang kegiatan anda bersama kawan, agar kegiatan arung jeram yang akan anda ikuti lebih berkesan dan penuh makna, berikut kami sampaikan Panduan Kegiatan Arung Jeram.

I. Peralatan-peralatan Arung Jeram

A. Riverboats (Perahu)

Bagian-bagian yang terdapat pada perahu :

1. Bow and Stern
2. Chamber atau biasa disebut tube
3. Floor
4. Thwart
5. Boat line
6. D Ring
7. Handling Grip
8. Bilge Hole/self bailing
9. Valve

Peralatan utama dalam kegiatan arung jeram adalah Perahu. Terdapat berbagai jenis, ukuran dan bahan. Semuanya didesain berdasakan karakteristik dari sungai tempat kegiatan arung jeram diadakan. Umumnya terbuat dari bahan Hypalon, PVC dan Polytex.

Yang akan anda gunakan dalam pengarungan ini berukuran panjang 3,6 – 4,0 meter dengan lebar rata-rata mencapai 2,1 meter dan berat 40 – 60 kg. Dapat mengangkut peserta 5 – 7 orang ditambah 1 orang skipper.
Cara duduk di perahu

Cara duduk di perahu berbeda dengan cara duduk di kursi, yaitu dengan menyamping. Peserta duduk pada sisi perahu (baik sisi kiri maupun sisi kanan) dan kaki dalam posisi kuda-kuda pada lantai perahu. Posisi kuda-kuda ini dimaksudkan sebagai pengatur keseimbangan badan selama anda mengikuti pengarungan.

Saat duduk di perahu , perhatikan jangan sampai ada bagian tubuh anda yang terikat atau terlilit tali. Ini sangat berbahaya jika perahu mengalami flip atau terbalik. Posisi duduk anda pun harus mudah untuk menggapai boat line. Bila boat line pada perahu anda terlihat kendur, beritahukan segera pada skipper anda untuk mengencangkan boat line tersebut agar tidak mengganggu selama pengarungan. Aturlah jarak duduk anda dengan peserta yang lain agar tidak mengganggu pergerakan selama pengarungan, baik untuk mendayung maupun saat menjalankan instruksi ‘moving position atau perpindahan’.

Posisi duduk saat intruksi “boom atau lay down” (baca bagian ‘other command’ !!!)

Posisi duduk saat instruksi boom atau lay down ini adalah dengan berpindah posisi dari duduk pada bagian sisi perahu (kiri/kanan), berpindah ke bagian floor.

Posisi duduk ini dilakukan dengan posisi jongkok pada floor dan badan dibungkukkan kedepan, tidak duduk selonjor atau dengan kaki diluruskan kedepan. Dayung diletakkan pada bagian paha dengan menggenggam bagian gagang dan lengan bagian luar memegang boat line.

Perhatian !!! saat pada posisi ini (Boom/Lay Down) peserta tidak diperkenankan melakukan gerakan mendayung, karena dapat mengganggu konsentrasi skipper dan menyebabkan perahu mengalami disorientasi.

Explore posts in the same categories: Rafting

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: