Para Pendaki Gunung Gede Sudah Diperingatkan

 

SUKABUMI
Sudah 50 tahun Gunung Gede di perbatasan Kabupaten Bogor, Cianjur, dan Sukabumi tidak meletus. Gunung yang sering didaki masyarakat ini sudah melampaui masa istirahat normalnya, 40 tahun. Untuk mengantisipasi terjadi letusan, para pendaki sudah diminta untuk waspada.

“Saat ini kami sudah mewaspadainya, karena dari riwayat terakhir Gunung Gede meletus 50 tahun lalu. Tapi, hingga saat ini belum ada tanda-tanda akan meletus,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango Novianto Bambang, saat dihubungi *detikcom*, Rabu (4/7/2007).

Menurut Novianto, hingga saat ini suhu di sekitar gunung tidak meningkat. Binatang-binatang buas juga belum turun gunung. Tanda-tanda lain bahwa gunung akan meletus juga belum muncul.

Bila Gunung Gede meletus, maka salah satu daerah yang sangat rawan adalah Cibodas, Cipanas, Kabupaten Cianjur. “Di daerah ini banyak kawah. Daerah ini merupakan daerah rawan satu,” ujar dia.

Meski belum ada tanda-tanda gunung akan meletus, menurut Novianto, pihaknya telah mengantisipasi dengan memberikan peringatan kepada seluruh pendaki. Hingga saat ini, masih banyak anggota masyarakat yang mendaki gunung ini. Sebagian besar mereka adalah warga Jabodetabek.

“Kepada pendaki, kami selalu mengingatkan harus waspada. Jika mencium bau belerang, mereka harus segera turun,” jelas dia.

Memang sampai saat ini belum ada satu pun teori yang pasti mengenai siklus letusan gunung berapi ini. Namun, dari pantauan Pos Vulkanologi di Ciloto, Cipanas, Gunung Gede memang aktif normal, sedangkan Gunung Pangrango sudah tidak aktif.

Berdasarkan riwayat letusan Gunung Gede yang dimiliki Balai Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango, pada tahun 1747-1748 terjadi letusan hebat disertai suara gemuruh awan setinggi 3 KM. Selanjutnya 28 Mei 1852 terjadi letusan yang menyemburkan batu-batu besar berdiameter 2-12 kaki. Disusul 10 Juni hingga 16 Agustus 1886 terjadi ledakan disertai abu. Tahun 1947 terjadi 7 kali letusan, tahun 1948 terjadi 12 kali letusan.

Gunung Gede-Pangrango yang memiliki tinggi mencapai 2.958 m dpl merupakan bagian rangkaian gunung merapi yang membujur dari Sumatera, Jawa, dan Nusa Tenggara. Gunung ini terbentuk sebagai akibat pergerakan lapisan kulit bumi secara terus menerus selama periode kuarter 3 juta tahun. Dalam skala waktu geologi, Gunung Gede termasuk ke dalam golongan gunung muda

Sumber : Detik.com

Iklan
Explore posts in the same categories: Dan Lain - Lain

7 Komentar pada “Para Pendaki Gunung Gede Sudah Diperingatkan”

  1. telmark Says:

    sebaiknya pecinta gede-pangrango mulai extra hati2.
    thanks utk infonya.

  2. boeyoeng/IST-092-KL Says:

    begitu indah ….
    begitu mempesona ….
    begitu takjub ….
    begitu ku ingin bersahabat dengan mu (G.Gede)
    salam Rimba !!

  3. Ahstuslis Says:

    GN GEDE … Track Asyik
    GN PANGRANGO … Track Menantang
    tunggu ku kembali Insya allah …. semoga …..

  4. agus Says:

    ada info dari tmen.skrg TNGP hrs bayar pemandu.bner ga?

    Benar sekali….
    peraturan yg aneh..!

    • rio Says:

      iya, katanya sih gitu, kalo mau naik hrus pke guide gitu

      tapi banyak yg bilang itu cuma akal akalan aja!!!
      tunggu info slnjtnya
      salam rimba

  5. risa Says:

    wew gede pangrango mank cocok untuk para pemula melatih diri dengan kondisi gunung.. ah bkin kangen ja… mari lestarikan pendakian gunung yang ramah lingkungan.. jaga keseimbangan ekosistemnya..

    tp berita tentang pemandu bener ga ya?

  6. adimiat Says:

    Bila mendaki gunung sudah dilarang gw akan berhenti.tapi sekarangkan blom.mendaki trus tanpa batas.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: