Penyakit2 kegiatan Outdoor – 03

DETERIORATION
Ketinggian 5800 M merupakan batas habitasi jangka panjang yang normal. Masalah di sana banyak; turunnya berat badan, rasa cepat ngantuk/lemas, susah tidur. Semakin tinggi, penurunan2 tadi semakin banyak terjadi. Di atas 8000M (alias the Death Zone), penurunan terjadi secara cepat sampe2 kematian bisa terjadi secara tiba2. Tak heran kalo pendaki Everest kebanyakan memakai suplai oksigen.
Masalah turunnya berat badan adalah persoalan yang serius. Penyebabnya ada dua; turunnya selera makan dan susahnya menyerap nutrisi makanan. Selera makan ini turun sesuai ketinggian, makin tinggi makin turun selera makan kita. Tubuh kita saat itu juga cuma nyerap setengah dari lemak makanan serta tiga perempat karbohidrat dari kebiasaan normalnya. Kalo naik Everest, nggak jarang pendakinya turun berat badan sampe 10 persen !

HIGH ALTITUDE ILLNESS
Terlalu cepat sampe di ketinggian, tanpa usaha aklimatisasi, bisa nyebabkan sakit yg gawat. Munculnya bisa terjadi hanya dalam beberapa hari saja. Pencegahan ditambah turun secara perlahan2 adalah kunci obatnya. Sekarang ini ada yg nyaranin buat tidak langsung naik dan tidur melebihi ke ketinggian 3000 m. Gunakan 2 sampai 3 malam di
ketinggian 3000 M, terus usahakan bermalam untuk aklimatisasi tiap 600 M sampai 900 M. Hindari naik secara tiba2 melebihi 600 M. Artinya kita bisa naik sampai satu ketinggian, untuk tidurnya kita turun lagi ke tempat yg sedikit lebih rendah.
Latihan olahraga ringan bisa ngebantu tubuh nyesuaian diri sama ketinggian. Tapi inget, olahraga berlebihan juga bisa nyebabin sakit. Pendaki Everest biasanya ngabisin waktu sampe 2 minggu untuk trekking dari Namche (3400 M) ke base camp Everest (5300 M). Tujuannya tidak lain aklimatisasi.

ACUTE MOUNTAIN SICKNESS
AMS ini tergantung kepada ketinggian, kecepatan mendaki, seberapa lama eksposure, exertion dan kebugaran individual. Gawatnya, AMS ini bisa menyebabkan penyakit ketinggian yg lebih parah lagi. Gejala AMSantara lain sakit kepala, pusing2, lelah, hilang selera makan dan rasa mual. Gejala ini muncul biasanya kalau sudah naik lebih dari
ketinggian 1000 M, walau kadang terjadi juga di ketinggian yg lebih rendah.
AMS perlu dideteksi sejak awal. Paling gampang adalah menghentikan pendakian. Tubuh jadi bisa beraklimatisasi walaupun cara ini bisa makan waktu berhari-hari. Kalau gejalanya terus memburuk, nggak ada cara lain selain turun dari gunung.
Acetazolimide / Diamox bisa membantu mempercepat aklimatisasi.
Dosisnya yg baik adalah 125 mg, 2 kali sehari. Makan obat biasa/ over-the-counter bisa saja, selama kita tidak naik lebih tinggi lagi.
Hindari juga konsumsi sedatif misalnya alkohol, antihistamin atau obat tidur.
Pengobatan paling baik adalah turun dari gunung. Turun sampe gejala2 tadi menghilang, biasanya sekitar 500 sampai 1000 M. Perawatan lainnya adalah memakai kantong khusus, namanya portable hyperbaric chamber / GAMOW atau PAC bags. Kantong yg bisa ditiup ini mengsimulasi langkah turun gunung dengan meningkatkan tekanan udara
di dalam kantong.

HIGH ALTITUDE CEREBRAL EDEMA / HACE
HACE ini dasarnya adalah AMS yg lebih ekstrem. Penyebabnya adalah pembengkakan otak. Gejalanya antara lain ataxia (jalannya kayak orang mabuk), dan penurunan kesadaran (mengantuk, rasa bingung, menggigil atau koma). Sering juga penderitanya merasa pusing kepala dan muntah2. Dari AMS ringan sampe terjadi koma bisa berjarak 12 jam atau lebih.
Pengobatannya juga memerlukan pendeteksian dini. Kalau terlihat gejala ataxia dan sebagainya tadi, nggak ada cara lain selain turun dan turun !. Pakai obat seperti Dexamethasone / Decadron, mulai dengan cara oral/injeksi sebanyak 8 mg, lalu ditambah 4 mg tiap enam jam. Bantuan oksigen juga sangat menolong.

Explore posts in the same categories: Dan Lain - Lain, Hiking

One Comment pada “Penyakit2 kegiatan Outdoor – 03”

  1. iwan kancil Says:

    bagus juga.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: