Penyakit2 kegiatan Outdoor – 04

HAPE

Masalah kesehatan paru lain pada wisatawan adalah high altitude pulmonary edema (HAPE). Penyakit yang mungkin berakibat fatal ini dapat terjadi di pegunungan tinggi seperti daerah yang biasa dipakai ski es.

Sebenarnya HAPE tidak terlalu sering ditemukan, tetapi merupakan penyebab kesakitan dan kematian bagi wisatawan di daerah ketinggian (high altitude). HAPE adalah penyebab kematian pertama dalam kelompok penyakit yang berhubungan dengan ketinggian (altitude related illness).

Dengan berbagai kemudahan transportasi saat ini, wisatawan dalam beberapa jam dapat berpindah dari dataran rendah ke dataran tinggi. Frekuensi terjadinya HAPE meningkat secara eksponensial mengikuti ketinggian.

HAPE biasanya terjadi dalam enam jam pertama sampai beberapa hari setelah seseorang dengan cepat naik ke daerah ketinggian lebih dari 2.500 m. Gejala yang timbul dapat berupa keluhan sesak napas walau sedang beristirahat, batuk, penurunan kemampuan beraktivitas, dan rasa berat di dada. Denyut nadi bertambah cepat, dan kadang ujung jari membiru karena kekurangan oksigen. Keluhan sesak napas yang tidak membaik setelah lima menit beristirahat perlu diwaspadai dan diperiksa dokter.

Kemungkinan terjadinya HAPE meningkat sebanding dengan makin tinggi tempat yang dikunjungi, kecepatan mendaki, aktivitas fisik, temperatur ambien yang rendah, serta konsumsi obat anti hipnotik. Faktor risiko lain adalah riwayat pernah mengalami HAPE. Tidak ada hubungan antara kebugaran fisik dengan kejadian HAPE.

Penanganan HAPE adalah meminta pasien turun dari ketinggian, kalau perlu dengan evakuasi medik, pemberian oksigen dan obat tertentu. Pencegahannya adalah dengan mendaki gunung secara bertahap. Bila gejala HAPE muncul segera turun kembali.

Penyakit yang berhubungan dengan ketinggian (altitude related illness) lainnya adalah acute mountain sickness (AMS) dan high altitude cerebral edema (HACE). Keduanya merupakan gangguan pada susunan saraf pusat dan dapat memberi gejala mulai dari sakit kepala ringan dan badan lemas pada penyakit AMS, sampai ke keluhan mual, muntah-muntah, bahkan pasien dapat tidak sadar, koma pada penyakit HACE.

Mountain sickness biasanya terjadi pada ketinggian di atas 2.500 m, tetapi dapat juga terjadi di tempat lebih rendah. Gejala AMS biasanya menghilang setelah satu minggu.

Bila seseorang tiba-tiba sakit di dataran tinggi, harus diasumsikan bahwa penyakit itu terjadi akibat ketinggian. Cara penanggulangan yang paling baik adalah dengan berhenti mendaki, istirahat, cek ke petugas kesehatan, dan turun segera bila memang dianjurkan.

Iklan
Explore posts in the same categories: Dan Lain - Lain, Hiking

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: