Indonesia Raya Berkumandang di Pertandingan Arung Jeram Dunia

Tim Indonesia yang berjumlah 29 orang yang terdiri dari Tim Arus Liar Casio, Kapinis Jabar dan Mapala UI tak kuasa menahan haru saat Tim Arus Liar Casio secara spontan menyanyikan lagu Indonesia Raya setelah menerima medali di atas panggung. Tim ini menjadi juara II, satu peringkat di bawah juara baru dunia Tim Tekkei dari Jepang.

International Rafting Federation (IRF) menggelar IRF World Cup 2008 di Nagara River, Gifu, Jepang sejak 11-13 Oktober. Kejuaraan ini semula merupakan Australasia Championship, kejuaraan dua tahunan yang digelar di tiap benua. Keikutsertaan tim-tim Eropa termasuk peringkat I dunia dari Czech membuat kejuaraan ini berubah menjadi World Cup Series.

Bersamaan dengan IRF World Cup, Japan Federation Rafting juga menggelar Nagara Gawa White Water Festival ke 15 yang merupakan pertandingan kelas nasional terbesar di Jepang yang diikuti 36 tim atau lebih dari 200 peserta.

Mengikuti format kompetisi arung jeram ala IRF, kejuaraan ini dibagi menjadi 4 nomor: Sprint, Slalom, Head to Head dan Down River Race. Secara mengejutkan Tim Arus Liar Casio menduduki peringkat 2 pada pertandingan pertama di nomor Sprint yang merupakan adu kecepatan jarak pendek, kurang lebih 400m. Belum sempat istirahat yang cukup, tim harus masuk ke nomor berikut yaitu Head To Head dimana 2 peserta diadu dalam system gugur.

Tim Arus Liar Casio harus berhadapan dengan tim no I dunia Czech, dan menang dengan jarak tipis. Setelah itu tim berhadapan dengan ‘musuh bebuyutannya’ yaitu tim Australia dan akhirnya menang.

Di final Head to Head, Tim Arus Casio harus mengakui keunggulan para pengarung jeram yang menganut semangat Bushido. Tim unggulan Czech 1 & 2 secara mengejutkan turun ke peringkat VI & VII di nomor ini.

Di nomor Slalom yang diselenggarakan pada hari ke-2, Tim Arus Liar Casio hampir menduduki peringkat teratas, namun salah satu juri menilai satu kepala tim tidak masuk gawang hijau yang dilalui di atas jeram yang membuat perahu berpenumpang 6 atlit itu hampir terbalik. Akhirnya Tekkei Jepang kembali menduduki peringkat I sementara Czech 1 & 2 berurutan menduduki peringkat III dan IV memperbaiki kekalahanya di hari pertama.

Tim Czech umumnya selalu unggul di nomor Slalom yang sangat mengandalkan teknik dan keahlian, namun kali ini harus mengakui kuunggulan tim-tim Asia.

Di hari terakhir di nomor Down River Race yang memiliki poin nilai terbesar dan memerlukan ketahanan fisik karena harus mengarungi sungai berjarak 14km, Tim Arus Liar Casio mundur ke peringkat III, disusul oleh sesama tim Indonesia yang akhirnya masuk di peringkat II.

Dari nilai-nilai yang diperoleh di tiap nomor, secara keseluruhan Tim Arus Liar Casio menduduki urutan II dan tim Indonesia lainnya yaitu Kapinis duduk di peringkat III. Prestasi ini membuat tim-tim kelas dunia lainnya mengakui Indonesia sebagai bagian dari “Macan Asia”, dan mengingatkan kembali akan pidato dari Raffael Gayo, President IRF pada Upacara Penutupan World Rafting Championship di Korea tahun lalu bahwa Indonesia adalah “The Rising Star”. Saat itu Indonesia baru duduk di peringkat 12 dunia.

Selain Kapinis yang dari nilai keseluruhan lomba duduk di peringkat III, Indonesia juga untuk pertama kalinya ikut serta dalam kategori Putri. Para mahasiswi anggota Mapala UI ini harus mengakui tim Czech yang berhasil menjadi Juara I dan 2 tim Jepang lainnya yang menduduki peringkat II & III.

Tim Arus Liar Casio yang beranggotakan para pemandu di Sungai Citarik memang telah dipersiapkan sejak awal tahun. Tim ini telah melakukan pemanasan dengan ikut serta di kejuaraan di Qing Yuan, China, Mei lalu, namun hanya dapat menduduki peringkat 8. Manager Tim, Lody Korua, merasa puas dengan hasil yang diperoleh karena sejak awal hanya menetapkan target 5 besar. Adjie Massaid, anggota DPR yang menjadi Pembina tim merasa bangga, timnya dapat membawa nama Indonesia di dunia internasional.

Setelah ini tim akan tetap berlatih untuk menghadapi beberapa kejuaraan seri nasional dan jika ada kesempatan dan tetap dapat mempertahkankan prestasi tim akan ikut serta dalam World Rafting Championship yang akan digelar di Bosnia, Mei 2009. Tonny Dumalang sebagai kepala pelatih merasa tantangan ke depan bagi tim ini akan lebih tinggi karena tim-tim Czech akan berbebenah diri dan berupaya kembali merebut posisinya, serta tim-tim kelas dunia lainnya seperti Brazil, Australia dan terutama Jepang juga tentunya akan berlatih lebih keras lagi.

Satu hal yang perlu diingat menciptakan tim juara memerlukan upaya yang besar. Kadang tim-tim berprestasi harus tersandung masalah teknis klasik seperti pendanaan. Jika semua pihak baik swasta maupun pemerintah ikut berpartisipasi, niscaya prestasi ini akan dapat dipertahankan bahkan juga diperbaiki. Semoga!

Amalia Yunita
Tim Arus Liar Casio

Telp. 08129491388
E-mail: yuni@arusliar.co.id

SUMBER

Iklan
Explore posts in the same categories: Rafting

%d blogger menyukai ini: