Archive for the ‘Caving’ category

Mengenang Tragedi Everest 1996

16 Mei 2013

Resiko Kematian Pendaki Senior Jauh Lebih Tinggi Dari Pendaki Pemula

Penulis : Jenggot
Untuk : Umum & Netters

Into Thin Air vs The Climb
10 mei 1996 adalah saat-saat yang paling kritis dalam hidup saya, kenang Sandy Hill Pittman. Meski ia selamat dari tragedi paling dramatis dalam pendakian gunung everest, tetapi trauma psikologisnya tidaklah hilang dalam waktu singkat.

Bergabung dengan Mountain Madness Expedition dengan leader Scott Fischer (salah satu korban tewas) ia menjadi salah satu yang terkuat dari delapan klien yang dibawa oleh Scott. Tapi penulis tidak akan mengupas siapa profil Sandy ini. Penulis hanya mencoba melakukan deskripsi ulang berkaitan dengan kronologis tragedi everest 1996 dari dua manuskrip sejarah pendakian era 90-an (Into thin air dan The climb).

(lebih…)

Iklan

Rafting : Ber arung Jeram di Sungai Ciberang

23 Oktober 2008

arung jeram

Rafting ? Arung Jeram ? …. Siapa takut…!! ….selengkapnya

Rafting : Arung Jeram di Sungai Ciberang

5 Mei 2008

https://i2.wp.com/wehature.com/wp-content/uploads/2014/01/1328752650_179716660_2-Gambar-Wisata-Arung-Jeram-Sungai-Ciberang-Banten.jpg

Rafting ? Arung Jeram ? …. Siapa takut…!!….

Yuhuuuu….!! Asik…! Seru…! Cape…! Lucu…! ….selengkapnya

GEOMORFOLOGI

6 Februari 2008

Geomorfologi adalah sebuah studi ilmiah terhadap permukaan Bumi dan poses yang terjadi terhadapnya. Secara luas, berhubungan dengan landform (bentuk lahan) tererosi dari batuan yang keras, namun bentuk konstruksinya dibentuk oleh runtuhan batuan, dan terkadang oleh perolaku organisme di tempat mereka hidup. “Surface” (permukaan) jangan diartikan secara sempit; harus termasuk juga bagian kulit bumi yang paling jauh. Kenampakan subsurface terutama di daerah batugamping sangat penting dimana sistem gua terbentuk dan merupakan bagian yang integral dari geomorfologi.

Pengaruh dari erosi oleh: air, angin, dan es, berkolaborasi dengan latitude, ketinggian dan posisi relatif terhadap air laiut. Dapat dikatakan bahwa tiap daerah dengan iklim tertentu juga memiliki karakteristik pemandangan sendiri sebagai hasil dari erosi yang bekerja yang berbeda terhadap struktur geologi yang ada. ….selengkapnya

HIDROLOGI AKIFER KARBONAT

6 Februari 2008

Klasifikasi dari Akifer Karbonat
(Bagian Ini Diperoleh dari Reeder, 1988)

White (1969, 1977) telah mengelompokkan akifer karbonat berdasarkan sistem air tanah dan setting hidrologi. Air tanah bergerak dalam akifer karbonat dengan aliran difusi, aliran yang lambat atau aliran bebas. Aliran difusi terjadi dalam batuan yang tingkat kelarutannya rendah seperti batu gamping menyerpih atau dolomit kristalin. Pada aliran difusi akifer karbonat, jarang ada saluran yang terintegrasi, guanya kecil tidak beraturan yang mana sering kali hanya modifikasi kekar secara pelarutan. (White, 1969)(Figure 3)

….selengkapnya

HIODROLOGI KARST

6 Februari 2008

Sifat dari karst :

1. Adanya karst topografi
2. Adanya kekar/ diaklas/ rekahan
3. Mudah larut
4. Batuan gamping ada yang massif, porous, dan berlapis
5. Adanya lapisan impermiabel

Pendapat ahli tentang hidrologi karst :

1. Grund
Air tanah pada daerah gamping mempunyai permukaan yang teratur, yang berarti didalam lapisan batu gamping terdapat adanya pipa yang berhubungan. Hal ini dibuktikan dengan pemberian warna atau zat-zat kimia lainnya (water tracing).
….selengkapnya

Menyeruak Kegelapan Labirin Kolong Gunung Kidul

22 Oktober 2007

Dipandang dari arah utara, selepas kota Yogyakarta, plato kars ini memperlihatkan warna dominan kecokelatan, seolah memperkuat citra tandus dan kering yang melekat pada kawasan kars terluas di Pulau Jawa ini. Nama Gunung Sewu, yang berarti gunung seribu dalam bahasa setempat, merupakan ekspresi dari banyaknya bukit batu gamping berbangun kerucut yang mendominasi topografinya. Di sanalah selama 11 hari kami 11 orang anggota tim ekspedisi telusur gua Mapala UI, akan mengadakan eksplorasi 13 gua.

Mobil yang disewa dari stasiun Lempuyangan, terus bergerak menuju desa Giripurwo, di Kecamatan Panggang, Gunung Kidul. Pemandangan bentang alam tandus dan berbatu yang ditumbuhi pohon-pohon kering kecokelatan pun tertampak.
Asing juga rasanya melihat pemandangan seperti ini, ternyata tidak selamanya negeri ini dihiasi oleh pepohonan hijau nan lebat, seperti yang sering kami jumpai ketika bergiat di alam bebas. Namun siapa yang menyangka di balik kegersangannya, tempat ini adalah surga bagi penelusur gua. ….selengkapnya