Arsip untuk Juli 2007

Penyakit2 kegiatan Outdoor – 03

24 Juli 2007

DETERIORATION
Ketinggian 5800 M merupakan batas habitasi jangka panjang yang normal. Masalah di sana banyak; turunnya berat badan, rasa cepat ngantuk/lemas, susah tidur. Semakin tinggi, penurunan2 tadi semakin banyak terjadi. Di atas 8000M (alias the Death Zone), penurunan terjadi secara cepat sampe2 kematian bisa terjadi secara tiba2. Tak heran kalo pendaki Everest kebanyakan memakai suplai oksigen.
Masalah turunnya berat badan adalah persoalan yang serius. Penyebabnya ada dua; turunnya selera makan dan susahnya menyerap nutrisi makanan. Selera makan ini turun sesuai ketinggian, makin tinggi makin turun selera makan kita. Tubuh kita saat itu juga cuma nyerap setengah dari lemak makanan serta tiga perempat karbohidrat dari kebiasaan normalnya. Kalo naik Everest, nggak jarang pendakinya turun berat badan sampe 10 persen ! ….selengkapnya

Penyakit2 kegiatan Outdoor – 05

24 Juli 2007

HYPOTERMIA

Apakah Hypothermia?

Biasanya suhu tubuh Kita normal dan tetap pada suhu +/-37,5 derajat Celsius. Kalau panas, tubuh kita akan mengeluarkan keringat untuk mengurangi panas tersebut, dan kalau dingin kita menggigil untuk memanaskan tubuh. Hypothermia adalah penurunan suhu tubuh (kedingingan) dari suhu normal, dan apabila kalau tidak cepat mengatasi situasi tersebut di gunung bisa berakibat fatal. Percayalah…! setiap tahun di Indonesia, anak pendaki meninggal karena hypothermia,…. jangan sampai Kamu atau teman lain menjadi korban dan kemudian tewas. Sebagai pendaki, Anda harus paham tentang hypothermia. ….selengkapnya

Penyakit2 kegiatan Outdoor – 04

24 Juli 2007

HAPE

Masalah kesehatan paru lain pada wisatawan adalah high altitude pulmonary edema (HAPE). Penyakit yang mungkin berakibat fatal ini dapat terjadi di pegunungan tinggi seperti daerah yang biasa dipakai ski es.

Sebenarnya HAPE tidak terlalu sering ditemukan, tetapi merupakan penyebab kesakitan dan kematian bagi wisatawan di daerah ketinggian (high altitude). HAPE adalah penyebab kematian pertama dalam kelompok penyakit yang berhubungan dengan ketinggian (altitude related illness). ….selengkapnya

Penyakit2 kegiatan Outdoor – 02

24 Juli 2007

BLOOD CHANGES
Erythropoietin / EPO mendorong sumsum tulang menghasilkan lebih banyak sel darah merah (yg tugasnya membawa oksigen). Hormon ini dihasilkan oleh ginjal kalau terjadi level oksigen yg rendah. Dalam 4-5 hari, sel darah merah yg baru itu masuk ke sirkulasi. Setelah beberapa minggu di ketinggian, tubuh terus memproduksi sel darah merah untuk membawa oksigen dari paru2 ke lapisan tubuh yg memerlukan. Darah ini juga mengalami perubahan kimiawi supaya oksigennya tetap menetap di paru2.
Ini mendorong saturasi oksigen atau jumlah oksigen yg dibawa tiap sel darah merah semakin meningkat. ….selengkapnya

Penyakit2 kegiatan Outdoor – 01

24 Juli 2007

Ada beberapa gejala / penyakit yg kerap melanda para penggiat alam maupun para penggiat kegiatan outdoor, disini saya coba untuk menjelaskan beberapa diantaranya :

HIGH ALTITUDE
Di ketinggian kita akan mengalami penurunan tekanan barometrik (tekanan udara). Oksigen menyumbang sekitar 21 % terhadap tekanan ini, artinya semakin kita naik maka semakin sedikit oksigen yang didapat. Ini penyebab utama masalah seperti hypoxia. Tapi dengan naik secara perlahan-lahan, tubuh kita bisa menyesuaikan dengan tipisnya
udara, istilahnya adalah ‘aklimatisasi’. ….selengkapnya

Goa Surawana: Nikmatnya Berada di Nirwana Kegelapan

20 Juli 2007

Bagi anda penggemar sepak bola tentu masih ingat beberapa waktu lalu di kota Solo, tim sepak bola asal Kediri, Persik, dinobatkan sebagai juara Liga Indonesia untuk yang kedua kalinya. gelar ini mengukuhkan Persik sebagai salah satu tim yang paling banyak menggondol gelar juara di negeri ini. Prestasi ini tentu mengangkat pamor Kediri, sebuah kota kecil di Jawa Timur, ke pentas nasional.

Namun, bicara soal kediri bukan hanya kehebatan anak‚Äďanak kediri yang patut kita ingat. Lho, lalu apa lagi yang wajib diingat selain soal sepakbola? Goa Surawana. Goa ini adalah objek wisata yang tak pantas dilewatkan. ….selengkapnya

Mengintip Si Raja Rimba Gunung Salak

11 Juli 2007

Hobi bertualang memang mengasyikkan. Selain menjelajahi alam liar, kita sekaligus dapat mengintip perilaku satwa liar yang menghuni wilayah tersebut. Hasilnya, bukan hanya decak kagum tetapi jantung pun dapat berpacu lebih kencang. Petualangan memburu foto macan tutul di kawasan hutan Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat adalah salah satu contoh.

Hutan Gunung Salak termasuk tempat tinggal alami yang masih tersisa di Pulau Jawa bagi puluhan jenis satwa unik, diantaranya tak dapat ditemukan di daerah lain alias endemik. Sebut saja, macan tutul jawa (Panthera pardus melas), owa jawa (Hylobates moloch), elang jawa (Spizaetus bartelsi) dan lainnya. ….selengkapnya